Sikap semena-mena Mbak Mala tidak berakhir habis, ia benar-benar menguji kesabaranku. Mbak Mala yang angkuh dan suka buat onar, ia mengambil hati anak-anak, selalu ada saat mereka membutuhkan apapun hingga tak sadar mereka tidak lagi memanggil-manggil diriku, biasanya Khaira akan menangis kalau bukan Mama nya ini yang memyuapinya, seperti sekarang, aku hanya bisa menelan pahit didepan mataku Mbak Mala memangku Khail dan menyuapi Khaira dengan telaten, padahal di pertemuan pertama ia sempat hendak mendorong Khaira karena mengaggapnya seseorang asing. “Mami, besok Ara buatin bekal ya.” Khaira berceloteh sambil melahap habis sop ayam buatannya. Mbak Mala mengangguk, ia tersenyum. “Iya dong, nanti Mami bekalin, Ara mau apa?” tanyanya sambil mencium kepala Khail yang berada di pangkuannya.

