“Oh jadi kedatangan kalian ke sini untuk mengantarkan undangan?” tanya ayahmer dan dibalas anggukan maklum dari papa dan mama. Aku juga. Huh haahh ternyata mereka datang hanya untuk mengantarkan undangan pernikahan. Hilang sudah kekhawatiran tak pentingku. “Siap Jenderal. Izin Om, kedatangan kami ke sini bukan untuk mengacau kok. Saya rasa tepat saja dengan momennya. Semua orang kan sedang berkumpul. Izin Om, saya mohon maaf kalau kedatangan kami membuat kaget,” jelas Om Ivan setengah bercanda. Dia merasa juga kalau suasana pernah kacau ketika berhubungan dengan Aruni. “Ah, tidak apa-apa kok, Van. Erlan dan istrinya sudah baik-baik saja. Iya kan?” ayahmer berkata itu sambil menatapku dan Kak Erlan bergantian, “o*******g kamu akhirnya menikah juga,” lanjut ayahmer lagi dengan wajah semrin

