Cuaca di pagi menjelang siang cukup cerah. Tapi mungkin tak secerah hatiku. Semua itu karena kabar dari Kak Nindy yang masih sakit walau dia sudah mau menyusui Khanza. Ingin rasanya aku berlari ke rumah mama. Namun, mama bersikeras menahanku tak datang karena mama ingin aku konsentrasi dulu pada kesembuhanku dan kesembuhan rumah tanggaku. Mama bilang semua baik saja dan orang rumah masih bisa menjaga Kak Nindy. Kabarnya, Kak Rehan juga sudah re-schedule jadwal prakteknya di rumah sakit. Dia meminta kelonggaran agar bisa banyak waktu untuk Kak Nindy. “Gimana kalau nanti gak usah nonton aja. Kita ke rumah mama nemenin Kak Nindy,” usul Kak Erlan saat aku curhat padanya di sela makan siang. “Hem, emangnya gak apa-apa. Gimana kalau dibagi saja, kita ke rumah setelah nonton. Am

