Bab 36 Between Goodness and Sincerity

2215 Words

“Izin Bang, jujur saya tidak terima dengan perlakuan keluarga Bang Yongki pada keluarga saya, terutama istri. Siapa yang suka melihat istri yang saya cintai menangis karena diperlakukan semena-mena sama orang lain. Saya berusaha keras melukis senyumnya setiap hari, tetapi ada yang membuatnya tak nyaman. Saya tidak suka kenyamanan keluarga saya dicampuri, diganggu, dan diperlakukan seperti itu.”                 Kalimat itu masih saja terngiang di benakku hingga 2 hari setelah ‘sidang’ menyesakkan. Kalimat itu tadi adalah kalimat pamungkas Kak Erlan yang dia tujukan kepada Bang Rahman sekaligus Bang Yongki. Kalimat pamungkas yang bisa membuatku kesengsem mendadak sekaligus membuat Bang Yongki bisu mendadak. Dia telah mengganggu orang yang salah. Kak Erlan memang cuek dan tak pernah ambil pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD