Chapter 43 - 44 (TAMAT)

675 Words

CHAPTER 43               “Kamu apakan putri saya?!”                 Buk!                 Brendon tersungkur ke lantai mendapati belakang lehernya dipukul benda tumpul, ia pingsan di tempat. Walau sebelum gelap ia bersyukur berhasil mengalirkan keseluruhan roh Sayla di dalam badannya ke badan aslinya.                 Kini, gadis itu mengejak, pendeteksi jantungnya tak beraturan. Ibu Sayla datang dan tentu panik, mereka benar-benar panik. Kini sang ayah dengan wajah marah serta sedih mengangkat badan Brendon, yang terbangun karena hal itu, ia memegang kerahnya.                 Ibu Brendon serta sang bibi menangani sang gadis yang masih mengejang, Brendon ternganga melihat garis serta panah naik turun kecil, sebelum akhirnya kejangan berhenti karena panah di monitor lurus.         

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD