****** “Kalau kau masih tak sanggup. Omma bisa minta Dina untuk mengatur ulang semuanya. Kau tak harus memberikan pernyataan ke kejaksaan,” kata Omma saat melihat Dana mengenakan pakaian formal berwarna cokelat. Pakaian berupa celana kain highwaist dan blazer berwarna yang sama. “Jangan ganggu Dina lagi Omma ... dia sudah pusing dengan keadaan kantor. Aku tak ingin dia juga mengurus semua masalah pribadiku.” “Tapi ...” Dana yang sedang mematut diri di cermin, merapikan blazer yang dia kenakan sebelum kemudian menatap Omma dengan tatapan yang lembut. “Aku tidak selemah dulu, Omma tahu itu. Lagipula, ada Sakti yang menemaniku. Jadi Omma jangan khawatir.” Ketakutan yang Omma perlihatkan tadi, berubah menjadi senyum lega mendengar pria asal Indonesia yang menjadi kekasih Dana itu akan

