Satu jam sebelum kejadian .... Sakti mengangguk ke arah Rahman, dokter anastesi yang selalu membantu setiap operasinya. Dia menghela napas, lalu meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku setelah hampir sepuluh jam, dia mengoperasi tumor pada usus besar. Beruntung Tumor itu jinak sehingga tidak menyebar ke jaringan yang lain, tapi tetap saja semua beresiko terutama untuk pasien lansia seperti pasiennya tadi. Dia menurunkan topi operasinya saat berjalan menuju pintu keluar di mana keluarga pasien sudah menunggu. Dia tersenyum formal sembari memberi penjelasan tentang tahap operasi yang dia lakukan dan juga apa yang harus keluarga pasca operasi pengangkatan tumor. Dia dapat melihat rasa lega yang keluarganya perlihatkan seolah memberi kekuatannya setelah lelah mengoperasi tadi. Dia mengang

