Sakti menyembunyikan senyumnya saat melihat salah Satu Sahabat Dina yang berasal dari Korea itu berbicara dengan Bahasa Indonesia yang fasih, sama seperti Dana. Dia memberikan video rekaman di mana Risa tiba-tiba datang lalu menampar Dana saat itu. Tanpa sadar, tatapannya beralih ke tempat d mana Kurniawan duduk yang tersenyum cerah. Dia menggelengkan kepalanya pelan, menyadari bahwa bawahannya sekaligus rekan kerja Dana itu entah mendapat rekaman video kejadian itu dari mana. “Dokter Dana sepertinya beruntung memiliki teman seperti mereka,” gumam dokter Eva ke arahnya membuat Sakti mengangguk. Dia melihat kearah depan di mana kini, wajah pias yang tadi Dana perlihatkan telah berganti pada Risa. Tatapannya berubah ketakutan, menggigiti kukunya pertanda kegugupan yang tengah dia rasakan.

