Dana mematut diri di cermin meja rias. Menyapukan lipstik berwarna coral favoritenya dengan wajah tersenyum cerah. Ini pertama kalinya, setelah kepergian Won dia bisa tersenyum seperti ini begitu lepas seolah tak ada lagi rasa sakit dan penyesalan yang dia rasakan. Kata-kata yang Dina ucapkan kemarin seolah membuka semua pikiran sempit yang selama ini memenuhi dirinya. Dia menang tak mungkin terus terkurung dalam penyesalan masa lalu yang tak ada habisnya. Sudah saatnya dia untuk berdiri tegak dan meraih kebahagiaannya sendiri. Dia yakin Won pun akan mengerti dan berbahagia dengan keputusannya. Dia tak bisa mengembalikan Won kembali ke sisinya, tapi setidaknya dia bisa mengembalikan kebahagiaannya yang hilang dengan menghilangkan penyesalan yang ada. “Dana eonni ...” panggil Lani me

