Bab 44 : Pengakuan

1153 Words

Mita tengah menikmati makan siangnya sebelum akhirnya ia menatap seseorang yang duduk di depannya. "Bukankah tadi kau bilang kalau kau tidak lapar?" tanya Mita. Ia mengambil potongan kentang dan memasukkannya ke dalam mulut. "Hm. Aku tidak terlalu lapar, aku hanya bosan sendirian di kelas jadi aku menyusulmu." Alana membuang napasnya pelan. "Ah, begitu. Lalu kenapa kau duduk di sini?" Pertanyaan Mita membuat Alana mengangkat wajahnya. "Kau bisa duduk di sana." Mita menunjuk salah satu meja dengan garpu di tangannya. Alana melirik sekilas kerumunan di meja itu. "Tidak ada alasan untukku duduk di sana. Bukankah selama ini kita selalu makan bersama?" "Bukan begitu, hanya saja kupikir kalau hubunganmu dan Bagas sudah lebih baik sekarang. Buktinya saja tadi pagi dia mau mengajakmu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD