Bab 37 : Tragedi Dalam Bus

1291 Words

Suara dentingan sendok dan garpu mengiringi kegiatan sarapan pagi ini. Tidak ada satu kata pun yang keluar baik dari mulut Bagas maupun Alana. Mereka sibuk dengan makanan mereka masing-masing. "Kau sudah selesai?" tanya Bagas sesaat setelah ia minum. Alana bergumam pelan sebagai jawaban. Gadis itu segera memakai tas begitu ia selesai. Ia dan Bagas bergegas ke sekolah. "Ayahmu masih menyita motormu?" tanya Alana begitu ia dan Bagas keluar dari lift. Mereka pergi menuju sebuah halte terdekat yang biasa mereka gunakan untuk menunggu bus menuju sekolah. "Hm. Benar-benar menyebalkan. Kenapa tidak sekalian saja menjualnya?" Bagas mendengkus pelan. "Ngomong-ngomong kenapa kau menanyakannya?" Alana berkedip dua kali. Gadis itu berdeham pelan lalu berkata, "aku hanya bertanya. Siapa tahu saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD