"Uli akan bercerai, Mam." Uli menggigit bibirnya usai bicara tanpa berani menatap mamanya yang sedang memasak. Dia juga tidak berbalik dan tetap menggosok gelas bekasnya di wastafel. "Mas Roy selingkuh dan selingkuhannya hamil." Uli melanjutkan kalimatnya dengan posisi yang sama. Dia bahkan belum mendengar sepatah kata pun dari mamanya. Jantungnya berdetak tak karuan kala menunggu respon mamanya. Dia khawatir mamanya tidak akan terima keputusan yang dia buat karena sekali lagi, mamanya sangat pantang dengan kata cerai. Hingga beberapa detik, punggung Uli terasa hangat karena sang mama tiba-tiba mendekat dan mendekapnya dalam diam. "Padahal, mama sudah memohon pada Tuhan agar apa yang terjadi pada Mama tidak boleh di alami oleh anak-anak Mama. Mungkin Mama kurang banyak berdoanya mak

