28. SELINGKUH ITU MEMANG INDAH

1869 Words

Aku berkeliling tidak jelas untuk beberapa saat sekaligus meredakan hawa panas yang menguar dari dalam tubuhku karena kesal. Ikhlas yang aku agungkan ternyata hanya ada di mulut saja. Mataku langsung sedih ketika melihat Emily di sambut baik sementara aku sepertinya hanya di senyumi ketika mereka butuh uang saja. Sampai hari ini, ibu mertua belum pernah memegang tanganku seperti itu bahkan ketika aku sedih karena belum bisa memberikan keturunan pada suamiku. Aku cemburu! Aku melihat sebuah taman kota yang sepi. Aku menepikan sepeda motorku dan aku berjalan pelan ke sebuah kursi taman yang tersedia disana. Hanya ada beberapa bocah yang berlarian disana dan ada beberapa orang dewasa yang sedang olah raga ringan. Sejenak, aku duduk dengan pikiran berkecamuk. Membulatkan tekad untuk ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD