24. PADA AKHIRNYA, HANYA AKAN ADA KITA

908 Words

"Kenapa gelisah? Kalau kamu kayak gitu, kamu entar di kira orang lagi selingkuh loh." Aku memicingkan mataku dan menghadiahinya wajah cemberut namun di balas dengn kekehan membuat aku semakin kesal. "Ini aku lagi selingkuh, emang harus yah di ingatkan tiap ketemuan. Ujung-ujungnya ketahuan sama orang kalo gini terus." Lagi lagi, aku dan Leon ketemuan untuk makan siang bersama. Aku rasa, aku semakin mahir dalam hal perselingkuhan ini. Di rumah, aku juga sering bertukar pesan padanya tapi kami memang bicara layaknya seorang teman ke teman lain. Tidak ada kata romantis kecuali dia yang sering memanggilku 'my Uli'. Aku sudah capek mengingatkannya untuk tidak memanggilku seperti itu tapi dianya bandal. "Hehehe, ngaku juga akhirnya lagi selingkuh. Gimana, selingkuh sama aku enak kan?" "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD