Alfian langsung membuang bunga dan juga sekotak cokelat itu ke tempat sampah tanpa mengatakan apapun. Sementara Anneta dan Riska hanya bisa diam tanpa berkomentar apapun. Anneta tahu, suaminya ini sedang dibakar api cemburu. Padahal belum jelas dari mana asal usul kedua benda itu. “Besok kita pasang CCTV di setiap sudut toko ini,” kata laki-laki itu sembari mengamati setiap sudut toko, merencanakan dalam otaknya, di mana saja ia akan memasang kamera keamanan itu. Anneta hanya diam, dia takut salah bicara. “Kalau besok ada kiriman lagi, langsung buang aja, nggak usah di simpen-simpen,” ketusnya seraya menatap jengkel wajah istrinya. Anneta masih bungkam, sementara Riska hanya bisa meringis tak enak karena dia sadar telah salah bicara. Dia baru tahu jika Alfian begitu pecemburu. “Ya ud

