"Kamu harus tarik ulur dia, Ta. Buat dia penasaran sama kamu. Sekarang kan dia keliatan udah naksir kamu. Nah, saatnya kamu menghilang untuk beberapa hari." Anneta masih menampakkan cengiran tak berdosanya sembari menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga. Kata-kata Alana beberapa hari yang lalu kembali berputar di kepalanya. Dan dia juga sudah mempersiapkan jawaban jika bertemu dengan Alfian secara mendadak. "Kamu ke mana saja?" "Emm, saya ngurusin skripsi, Pak." Alfian menaikkan sebelah alisnya. Kenapa gadis ini kembali bersikap kaku? Padahal waktu itu dia sudah bersikap begitu manis, mau memanggilnya tanpa embel-embel "pak". "Saya sudah bilang, saya bukan Bapak-bapak!" Anneta meringis sembari melarikan matanya ke arah lain. Lebih baik mengedarkan pandangannya ke pengunjun

