Anneta terus melirik laki-laki di sampingnya yang sedang fokus pada kemudi. Sejak tadi, gadis itu sudah menunggu dengan cemas apa yang sebenarnya ingin Alfian bicarakan. Laki-laki itu tersenyum tipis, menoleh ke arah Anneta yang kini menatapnya serius, lalu kembali melempar tatapannya pada jalanan di depan sana. Setidaknya melihat jalan lebih bagus untuk kondisi hatinya. "Al?" Alfian mengembus napas pelan, sebelum kembali menoleh ke arah Anneta yang kini mengangkat alisnya bingung. "Jadi?" "Apanya?" tanyanya pura-pura pikun. Tentu saja dia tahu betul apa maksud gadis di sampingnya ini, hanya saja dia tidak yakin untuk menyampaikan apa yang kini ia rasakan. Bukankah ini terlalu cepat? Bahkan baru beberapa bulan mereka kenal, dan ... ah, tidak. Belum waktunya. Bahkan Alfian belum yakin d

