“Ta!" Anneta otomatis menggerakkan kepalanya ke arah samping, di mana kini seorang cowok berdiri sembari menatapnya dengan tatapan lain. Gadis itu memicingkan mata untuk memastikan apakah penglihatannya tidak salah, lalu dengan cepat berjalan mundur saat sadar orang di depannya ini dalam keadaan mabuk. Terlihat dari gestur berbahaya yang ia tunjukkan. Dan seringai jahat itu muncul dari bibir cowok itu. Entah kenapa dia bisa berada di tempat ini. Atau lebih tepatnya, kenapa dia bisa tahu Anneta berada di sini? "Stop! Ryan! Jangan mendekat!" Anneta terus beringsut mundur, berusaha mencari apa pun yang bisa ia gunakan untuk memukul kepala cowok b******k itu. Atau dia harus siap mengambil ancang-ancang untuk lari. "Ta ... kamu tahu aku sangat mencintai kamu. Kalau aku nggak bisa dapatin kam

