introduction

1108 Words
"oh iya, apakah kau sedang kuliah ?" tanya Rexana pada Helena. "iya, sebenarnya aku ke Hawai untuk berlibur, dan ternyata liburan tidak menyenangkan makanya aku sambil mengerjakan beberapa tugas kuliah. "oh begitu ya" ucap Rexana sambil mengangguk mengerti. " tunggu dulu, apakah usia kalian 20 tahun?" tanya Jazelyn. "iya" jawab Helena dan Rexana serentak. "aku juga, apakah kalian lahir tanggal 2 Oktober juga?" tanya polos Rexana. "tidak, kelahiran ku 25 Oktober" jawab Helena. "kalau aku 3 Februari" ucap Jazelyn. "berarti selain fisik kita tidak punya kesamaan apapun lagi" ucap Helena. "itu benar, Jazelyn apakah kau keturunan Asia Eropa?" tanya Rexana dijawab anggukkan oleh Jazelyn. "mamaku asli China sedangkan papaku asli Rusia" ucap Jazelyn dengan senyuman manisnya. "sebenarnya ibuku ada keturunan Jepangnya" ucap Helena tiba tiba. "berarti selain fisik kita juga sama sama keturunan Asia Eropa walaupun negaranya berbeda beda" ucap Rexana dengan ceria tapi suaranya tetap pelan agar tak menganggu orang lain. ucapannya dapat anggukan setuju dari Helena juga senyuman manis jazelyn. "hum, maaf ya aku ada urusan dirumah sakit" ucap Jazelyn sambil menatap jam dipergelangan tangannya, rambutnya yang diikat setengah membuatnya terlihat seperti dokter yang ramah juga lembut. "kau seorang dokter" tanya Helena dengan tatapan datarnya. "aku masih kursus kedokteran karena kedua orangtuaku adalah dokter begitu juga abangku jadi ya aku ikut jalan mereka, walaupun sebenarnya aku tidak suka" ucap Jazelyn dengan nada lesu diakhir kalimat. Rexana yang mendengarnya pun tidak tinggal diam "padahal itu cita citaku" ucap Rexana lirih, mendapat tatapan iba dari Jazelyn. "mengapa tidak mengejarnya" tanya lembut Jazelyn. "aku tidak lulus ujian masuk, dan kakakku memaksaku menjadi seorang model" ucap pelan Rexana. Helena dan Jazelyn pun mengerti tentang keadaan Rexana sekarang. "oh aku ada rencana tapi sekarang aku harus kerumah sakit dulu ya nanti kita atur pertemuan, aku minta nomor ponsel kalian ya" ucap Jazelyn. mereka pun bertukar nomor, setelah selesai Jazelyn langsung keluar dan menuju rumah sakit dengan mobilnya. agar tidak dicurigai Rexana pun keluar setelah agak lama Jazelyn keluar, dia ingin kembali ke hotel. sedangkan Helena tetap di toko buku itu dan meneruskan tugas juga pencarian buku untuk tugas kuliah nya. setelah sampai dirumah sakit, Jazelyn bertemu dengan mama nya dikoridor. "Jazelyn darimana saja?" tanya mama nya khawatir. "beli beberapa buku ma" jawab Jazelyn gugup sambil mendekap bukunya di d**a sebisa mungkin agar mama nya tidak melihat buku apa yang dibelinya. "buku apa" tanya mama nya sambil mengambil paksa buku ditangan anak nya itu, dan terlihatlah buku itu adalah buku tentang sejarah dunia dan terlihat kuno. "mama kan sudah bilang berapa kali bahwa sekarang kamu harus belajar tentang kedokteran, jangan tentang hal kuno mu itu jaze" ucap sang ibu sambil menghela nafas kasar. "ma, Jazelyn hanya membacanya kok " ucap Jazelyn membujuk mama nya agar percaya. "kamu ditakdirkan menjadi seorang dokter jaze, bukan menjadi seorang sejarawan konyol, mama akan bilang hal ini ke papa" ucapan mama nya membuat Jazelyn takut, tentu saja papa nya pasti akan marah padanya jika menyangkut tentang cita cita nya dulu yang ingin menjadi sejarawavn, sebenarnya sampai sekarang dia juga ingin tetap menjadi arkeolog, ataupun sejarawan, ya g penting berhubungan dengan sejarah kuno dia sangat menyukai nya. "ma, jangan dong" mohon Jazelyn pada mama nya. mama nya hanya diam sambil berlalu pergi menuju ruangannya. sedangkan Jazelyn pun sudah menyerah membujuk mamanya dia memutuskan untuk pulang kerumahnya karena tidak ada jadwal kursus nya untuk hari ini. dia berjalan kaki untuk pulang kerumah karena memang dekat jaraknya, lagian yang dipakainya tadi mobil orangtuanya. melepas almameternya membuat kemeja dengan tali pita bagian bawah leher nya terlihat, dibelakangnya ada tas gendong yang berisi buku tadi. saat diperjalanan dia melihat jalanan yang biasa dilewatinya lagi dalam masa perbaikan karena adanya retakan, setaunya ada jalan lain yang pernah sekali dilewatinya, tanpa berpikir panjang dia pun menuju jalan lain itu. jalan lain itu ternyata dari g**g sempit, dan waktu mulai senja, terlihatlah dua berandalan yang sedang berjalan berlawanan arah. Jazelyn pun memelankan langkahnya sampai berpapasan pemuda itu mengganggu nya "hei aku baru melihatmu, apakah kau orang baru didaerah ini?" ucap salah satu berandalan sambil menghalangi jalannya. memang Jazelyn hanyalah anak rumahan dan waktunya habis untuk belajar 2 ilmu yaitu sejarah kuno dan kedokteran yang terkadang membuatnya lelah. "minggir" ucap Jazelyn sambil berusaha bergeser ke jalan yang tidak terhalang. tapi tetap saja dua berandalan yang terlihat berusia 25 an tahun itu berusaha untuk menghalangi jalannya. Jazelyn mulai ketakutan, tiba tiba ada suara dari belakangnya "jangan ganggu dia!" teriak orang dibelakangnya. Jazelyn pun menghadap ke belakang terlihat seorang gadis bermasker dan juga bertopi dengan rambut panjang gelombang dikuncir satu dibelakang, saat bertatapan mata mereka berdua membulat terkejut tapi gadis itu tetap melangkah maju untuk menghajar berandalan itu. "kau temannya gadis ini" tanya salah satu berandalan itu pada sang gadis bertopi. bukannya menjawab gadis itu malah memegang erat tangan Jazelyn dan menariknya untuk berjalan cepat mengikutinya, baru mau melangkah tapi berandalan menahan bahu gadis itu dengan sigap tangannya diplintir oleh gadis itu, saat berandalan satu lagi ingin maju untuk membantu temannya sang gadis langsung dengan cepat menendang k*********a dengan keras sampai laki laki itu berlutut. dan berandalan satu lagi di balikkan badannya dan langsung menendang punggung nya kuat dari belakang. setelah membuat dua berandalan terjatuh, dia langsung menarik lengan Jazelyn untuk pergi dari sana. mereka berdua berlari, saat sudah merasa jauh dari g**g tersebut mereka pun berjalan santai. "terimakasih sudah membantuku" ucap Jazelyn tersenyum manis menghentikan langkahnya tepat di depan rumah mewah yang ternyata itu adalah rumahnya. "hm sama sama" jawab gadis misterius itu. Jazelyn melihat tampilan gadis didepannya dengan jaket bomber besar dengan kaos didalamnya juga celana le, dan sepatu bertali yang terlihat keren. setelah itu Jazelyn memperhatikan mata gadis itu yang membuatnya terkejut tadi. "mata kita sama ya" ucap Jazelyn dengan senyumannya. "bukan hanya mata" ucap gadis itu membuka topi dan maskernya juga menggerai rambutnya. Jazelyn tentu saja terkejut. "ti tidak mungkin" ucap nya gugup. "bukan kah kita memang memiliki kembaran didunia walaupun tak sedarah?" ucap gadis itu santai sambil memakai topi nya kembali, maskernya dan karet rambutnya disimpan dikantong jaketnya. "siapa namamu" tanya gadis itu. Jazelyn pun menyimpulkan bahwa dia bukan Rexana ataupun Helena, dia adalah kembaran yang baru lagi. "aku Jazelyn" ucapnya sambil mengulurkan tangan untuk perkenalan. "aku Valerie" ucap gadis itu dengan senyuman tipis menyambut tangan Jazelyn. "ada 4" gumam Jazelyn sambil melepaskan tangannya pelan. "apanya ada 4?" tanya Valerie. "dalam satu hari aku menemukan 3 kembaran ku" ucap Jazelyn dengan wajah serius. "ha maksudmu ?" tanya Valerie terkejut. "aku akan mengatur pertemuan kita, bisakah aku minta nomor ponselmu?" tanya Jazelyn. "baiklah, kebetulan aku buru buru jadi sekarang tidak bisa mengobrol" ucap Valerie sambil mereka bertukar nomor. setelah siap bertukar nomor Valerie pun pamit pergi, begitu juga Jazelyn yang langsung masuk kedalam rumahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD