Bab 42. Malam Tenang

943 Words

Malam itu, setelah seharian sibuk dengan pekerjaannya, Arman akhirnya kembali ke rumah mereka yang sederhana namun nyaman di kota kecil itu. Saat ia membuka pintu, Santi sudah menunggunya di ruang tamu, dengan senyum hangat yang menyambut kedatangannya. Senyum itu seperti menyinari seluruh ruangan, memberikan rasa damai yang sudah lama tidak ia rasakan. "Selamat malam, Mas," ujar Santi dengan lembut, matanya berbinar penuh kehangatan. Arman tersenyum balik, lelah namun merasa dihargai. Ia meletakkan tas kerjanya di meja samping pintu dan berjalan menuju Santi. "Selamat malam, sayang," jawabnya sambil merangkul Santi dengan penuh kasih sayang. Santi merasakan ketenangan saat tubuh Arman berada dekat dengannya. Meskipun kehidupan mereka baru saja dimulai di kota ini, ada rasa kebersamaan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD