“Aku hanya bercanda.” Tutur Rayyan cepat. Segera membuat Chacha bernafas lega. Beberapa saat yang lalu, gadis itu sempat dilanda kepanikan yang begitu sangat. Gadis itu menghela nafas panjang, setelah itu menawarkan pada Rayyan untuk minum teh sebentar, sebagai ungkapan rasa terima kasih, untuk hadiah yang telah diberikan oleh cowok tersebut. “Dokter, mau mampir dulu, kita minum teh dulu mungkin sebentar.” Kata Chacha dengan suara pelan. Pun tawaran itu segera diangguki kepala oleh Rayyan. Senang. Cowok itu tersenyum lebar. Chacha pamit permisi pergi kedapur. Dua cangkir berwarna putih terlihat tertata diatas nampan didepannya, sambil menunggu air mendidih, Chacha meletakkan masing-masing satu buah teh celup kedalam cangkir tersebut. Kepulan Asap terlihat membumbung keudara, tepat keti

