Tawa Chacha terdengar renyah, memecah keheningan yang sempat tercipta. Gadis itu sampai menahan perutnya yang terasa kaku. Ternyata begitu besar reaksi yang dikeluarkan oleh Risa. Wajah cantik Risa bahkan sampai berubah sepucat pasi. Bukankah itu artinya, Risa merasa memiliki apa yang seharusnya bukan menjadi miliknya. Seperti terjebak kedalam ucapan Chacha. "Kenapa Mbak Risa begitu tegang?" Tanya Chacha masih dengan tawa renyahnya. Pun hal itu dengan cepat menular seperti virus, pun Risa pada akhirnya turut tertawa. Meski jelas tawa Risa terdengar sumbang, karena sedikit dipaksa. Tak sampai hati, Chacha kemudian kembali berkata. "Aku sangat bahagia, dan semoga itu juga berlaku untuk kamu dan Haikal." Kata Chacha menjelaskan. Melaui cermin besar itu juga, Chacha bisa melihat wajah Risa s

