Narsis

1366 Words

Semua peserta lomba sudah bersiap dengan mata tertutup kain. Sangat sulit tentunya, merias wajah dengan mata tertutup seperti itu, selain orang dengan keahlian khusus, yakin deh, pasti bakal hancur hasil make-upnya. Masing-masing di tangan peserta memegang palet, tanpa tau ada warna apa saja dalam palet tersebut. Oh iya, satu hal hampir terlewat, dalam lomba ini, Bunda yang terlebih dulu mendandani Ayah. Jadi, Chacha yang berperan sebagai Bunda dari Liana, harus ditutup kedua matanya. “Tiga… Dua… Satu…” suara Bunda Yuni terdengar sangat keras. Bahkan, mengalahkan kerasnya suara toa yang ada di Masjid. Karena tidak bisa melihat, Chacha harus menggunakan indera peraba untuk membaca seperti apa wajah Haikal, dimana letak mata, hidung, dan bibir. Chacha mencoba untuk mengenal wajah Haika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD