A-apa yang terjadi? Seperti itulah pertanyaan pertama yang melintas dalam isi kepala Chacha. Be-benarkah ini? Kelopak mata Chacha kembali mengerjap dua kali. Rayyan tidak seperti biasanya, yang selalu bersikap dewasa, hari ini Rayyan menjelma menjadi pria kecil yang ingin bermanja diatas pangkuan ibunya. Kedua kelopak mata Rayyan kembali terpejam, jadi tidak mungkin ‘kan Chacha akan menolak permintaan Rayyan, sehingga Chacha pun menjawab: “I-iya.” Chacha tak berani menggerakkan tubuhnya sedikit pun. Selain kelopak mata yang entah sudah ke-berapa kalinya. Tangan kanan Chacha berada diatas rambut Rayyan, dan sebelah kiri diatas bahu. Sesuai permintaan Rayyan. Chacha mencoba membasahi tenggorokannya, dengan menelan kembali air liurnya. Perlahan, meski tangannya gemetar, gadis itu, menco

