Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Haikal. Sebagai jawaban dari pernyataan Haikal yang sungguh meresahkan hati Chacha. Gadis itu balas menatap tajam wajah Haikal, yang sedikit berpaling darinya. Lalu berkata. “Apa kamu lupa, dengan prinsip hidupmu sendiri. Seorang pria sejati, adalah pria yang mampu menjaga harga dan martabat perempuan. Dan kamu juga pernah bilang padaku, kalau harga diri seorang perempuan itu lebih mahal harganya, dari nyawa seorang raja. Perempuan adalah manusia yang paling tinggi derajatnya, dari apapun itu. Dan kamu pernah berjanji padaku, sebagai pria sejati, dimana pun, kapan pun itu, dan pada siapapun, kamu akan berusaha menjunjung tinggi harga diri perempuan.” Air mata Chacha berderai, berlomba-lomba berjatuhan membasahi pipi. Sama sekali tidak percaya dengan

