Chapter 43

1437 Words

"Sakit Kak!" rintih Aksa ketika Devan mencoba membersihkan luka-luka diwajahnya. Dimas yang juga merasa khawatir dengan adiknya sesekali menoleh ke belakang. "Itu mimisannya udah berhenti belum?" "Udah, lo tenang aja," jawab Devan. "Udah lo nyetir aja, gak usah lirik-lirik belakang. Gue gak apa-apa kok," kata Aksa. Padahal sekarang rasanya dia ingin menangis karena wajahnya terasa sangat perih. "Yah tisunya abis," ucap Devan ketika dia hendak membersihkan darah yang tersisa di wajah Aksa. "Tapi kayanya gue bawa sesuatu." Devan merogoh sesuatu di saku celananya. "Nah pake ini aja bersihinnya," ucap Devan yang berhasil membuat Aksa membulatkan matanya yang sudah bulat. "Kak lo jorok ih!" pekik Aksa. Dia tak menyangka Devan akan membersihkan mukanya menggunakan sebuah sempak. "Ini bers

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD