Chapter 58

2639 Words

“Udah Dim, lo duduk dulu. Pusing gue lihat lo bolak-balik kaya setrikaan,”ucap Devan yang tengah duduk di sofa ruang tamu. Dimas kemudian duduk disamping Devan. Kedua tangannya yang mengepal menepuk-nepuk paha. Hatinya tak tenang karena sampai sekarang tidak ada kabar dari Aksa. “Si Asa gak bakalan mati kan, Van?”tanya Dimas yang langsung dihadiahi geplakan tangan dari Devan. “Lu kalo ngomong suka kemana-mana!” “Omongan itu doa, g****k!” Dimas mengusap kasar wajahnya. Bingung, resah, khawatir, takut, kini berkecamuk didada. Dia tak tahu Aksa sekarang dalam keadaan baik atau malah sebaliknya. “Gue harus cari Asa lagi!”Dimas berdiri dari kursi namun Devan menarik lengannya untuk kembali duduk. “Lo mau cari Asa kemana lagi?” “Ini udah malam. Besok kita lanjutin lagi cari Asa.” “Besok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD