Bagian 5 ~ Vampire dan Dunia yang lain

2092 Words
Sabtu, 3 Juli 2021 “Jadi kau adalah, Vampire? Yang benar saja, ini benar-benar tidak masuk akal. Aku merasa sedang bermain film saja!” aku baru memberikan reaksi usai mendengar cerita Edward beberapa menit yang lalu. Tidak-tidak, ini pasti akal-akalan mereka saja. “Sttt, kecilkan suaramu Kirey. Mereka bisa menganggap kita sebagai orang aneh!” Edward membekap mulutku sembari memasang topiku lagi, kami memang sudah berada di bandara dan menunggu untuk berangkat. Aku menatap Edward, masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya. Aku lalu menatap Logan yang menatapku dengan tatapan datarnya, sepertinya lelaki itu sudah merasa bosan dengan pertanyaanku yang aku lontarkan bertubi-tubi. Harry benar, jika aku tidak meneror Logan, itu adalah sesuatu yang patut dicurigai. Dan sayangnya sepupuku itu memilih untuk tidak ikut. Aku rasa perjalan kali ini akan terasa sedikit kurang menyenangkan. “Dan kau ini apa? Apa kau itu adalah drakula atau kau ini makhluk jenis apa?” “Aku klan siren!” “Demi Neptunus, ini benar-benar sangat diluar dugaanku. Tapi, jika Ed adalah vampire dan kau adalah siren. Lalu Harry itu apa? Apa dia itu werewolf atau siren?” “Harry itu sama denganku, pelankan suaramu Kirey. Aku merasa ada yang mengamati kita dari tadi!” seru Logan, menahanku untuk bertanya. Aku lekas diam, meskipun ini sangat sulit untuk di percaya. Tapi apa yang harus aku perbuat lagi? Edward segera berdiri dan menarik koperku, kami langsung bergegas menuju pesawat yang akan membawa kami menuju tempat penelitian. Logan berjalan di belakangku, lelaki itu terlihat sangat was-was pada sekitar. Tujuan kami adalah Lofoten, lebih tepatnya menuju salah-satu desa di sana. Aku mendudukkan diriku di bangku tengah. Edward dan Logan berada di masing-masing sisiku, tetap mengawasi sekitar. Setelah 15 menit kemudian, kami mendengar suara dari copilot yang mengatakan bahwa pesawat mulai terbang. Aku sesekali menatap ke arah jendela kaca, dan menatap pemandangan kota kami dengan senyum yang tersisa sedikit. Aku tetap merasa bahwa sepertinya aku tidak akan lagi kembali ke kotaku ini. Hanya perasaanku saja. Setelah beberapa menit diam, aku mulai bosan dengan buku bacaanku. Aku dengan cepat menutupnya dan memasukkannya ke dalam ransel. Aku masih sedikit penasaran dengan sesuatu, “Bisa jelaskan padaku kapan kalian tau bahwa kita ini bukanlah manusia?” aku akhirnya bertanya juga. Aku menatap ke arah Logan, lelaki dengan kulit putih itu menatap ke arah Edward. Seolah memberi perintah agar Edward yang menjelaskan. Aku akui bahwa Logan ini sedikit berbeda dengan Harry dan di lain sisi memiliki kepribadian yang hampir sama. Kulit Harry dan juga Logan sama putihnya, apakah klan siren memang memiliki kulit yang putih pucat seperti keduanya? “Apa kau kenal dengan Trovald?” tanya Edward Aku menggeleng, siapa lagi lelaki ini? Aku yakin Edward tau penyakitku satu ini, tidak penyakit yang serius memang. Tapi cukup menjengkelkan, saking kesalnya dengan penyakit lupaku. Aku bahkan sering berkonsultasi dengan dokter. Mereka hanya menyarankan agar aku memperbanyak memakan makanan yang bergizi. Namun itu tidak ada gunanya, aku tetap tidak mengalami kemajuan. Aku tetaplah Kirey yang kesulitan untuk mengingat wajah orang. Padahal, jika untuk menghafal nama-nama ilmuwan ataupun penemu. Aku bisa melakukannya, penyakitku ini hanya berlaku untuk orang-orang disekitarku saja. Aku yakin ada sesuatu yang tidak normal dengan otakku. “Aku sudah menduganya, jika kau mau tau. Dia adalah teman sekelasmu dalam kelas sejarah!” Aku masih tidak bergeming, “lalu apa hubungannya Travold dengan kita yang bukan manusia?” “Ini memang tidak akan bisa dipercaya, tapi beberapa bulan lalu. Tepatnya 6 bulan lalu, aku dan Harry terjebak di sebuah tempat. Aku tidak terlalu tahu dimana lokasinya, namun yang pasti. Saat itu, aku dan Harry tidak aman. Nyawa kami berada di ambang kematian karena ada sosok yang menginginkan kematian kami dan juga kamu. Tapi, ketika kami sudah pasrah akan keadaan. Dia tiba-tiba muncul, menarik kami untuk melarikan diri ke dimensi lain. Aku tidak tahu persisnya dunia itu, tapi seingatku, dunia itu benar-benar indah dan sangat damai. Disana, kami pun tidak aman, kami terus melarikan diri hingga kami singgah di rumah kenalan Travold. Sosok lelaki tua yang mengatakan jati diri kami sebenarnya.  Kami tidak bisa berlama-lama di sana, setelah memastikan keadaan cukup aman. Travold kembali membawa kami ke bumi dan mengatakan agar kami tetap waspada dan tidak mendatangi sembarangan tempat. Menghindari orang-orang yang sedikit mencurigakan. Dia bilang, dia akan kembali setelah 6 bulan, aku tidak tahu apa yang dia lakukan. Tapi dia meminta kami berdua untuk melindungimu.” Aku terdiam setelah mendengar cerita Edward “Lebih tepatnya, saat aku tercebur ke dalam air yang penuh dengan ikan hiu yang ukurannya tidak terdefinisi. Di situlah aku baru sadar bahwa aku memiliki ekor yang bisa aku gunakan, tubuhku penuh dengan sisik dan aku bisa bernafas di dalam air. Dia bilang, aku datang dari klan siren!” Aku mendengar suara lain, asalnya dari belakang. Aku, Edward dan Logan segera berbalik. Mataku terkejut begitu menatap siapa sosok itu, “Harry?” “Apa kau terkejut denganku hahaha!” seru Harry yang lekas beranjak dari belakang dan duduk di sebelahku. Setelah menukar tempat duduknya dengan Logan. Aku masih menatap Harry dengan tidak percaya, kenapa bisa Logan tiba-tiba ada disini? Jangan bilang.. “Aku mengambil tiket setelah aku pulang dari rumah kalian Kirey, aku tidak punya kekuatan untuk menghilang!” jawab Harry seolah tau apa yang sedang aku pikirkan. “Dan aku memang sampai hampir terlambat, beruntung pramugarinya baik dan mengatakan aku masih bisa masuk. Saat mendengar pembicaraan aneh kalian tadi, aku sadar bahwa aku berada di belakang kalian!” lanjut Harry “Lalu bagaimana dengan tugas akhirmu itu Harry? Apa kau menyuap lagi?” Aku menatap si genius Harry, genius yang suka menyogok orang lain lebih tepatnya. Harry masih terdiam, belum menjawab pertanyaanku. “Aku tidak menyogok, aku mendapat keistimewaan tidak usah melakukan tugas akhir. Mereka tahu bahwa tanpa melakukan tugas akhir pun, aku bisa tamat dengan baik!” “Cih, dasar menyebalkan!” kesalku lalu menatap ke depan “Aku hanya mengatakan faktanya Kirey, pada dasarnya mahasiswa yang memiliki prestasi bisa lulus dengan keistimewaan. Dan aku adalah salah-satunya, tidak hanya aku, aku rasa Edward juga lulu dengan istimewa.” Seru Harry menatap Edward yang tidak terlalu ambil bagian. “Tapi, apa menjadi Siren itu menyenangkan Harry?” Aku teringat dengan pembicaraan kami sebelumnya Harry mengangguk, “Aku awalnya tidak percaya bahwa aku bisa bernafas dalam air. Menurut ilmu pengetahuan, manusia tidak akan tahan terus berada di dalam air setelah kurang lebih dari 30 menit tanpa alat bantu. Sementara saat itu, aku berada di dalam air selama beberapa jam. Aku bahkan bisa bernafas seperti di darat, aku bisa berenang dengan sangat cepat meskipun sesekali aku tidak stabil. Aku tidak bisa percaya dengan apa yang aku lihat saat itu, bahkan diriku sendiri. Tidak ada yang percaya akan hal ini. Namun itu nyata Kirey, aku nyata memiliki ekor, aku bahkan menyentuh ekorku dan juga tubuhku yang penuh dengan sisik. Itu benar-benar luar biasa!” Aku tidak bisa berkata-kata mendengar ucapan kagum Harry, aku menatap Edward “Apa kau pernah merasakan bagaimana sensasinya menjadi seorang vampire Ed?” “Rasanya hampir sama dengan apa yang dirasakan Harry, rasa tidak percaya dan seolah itu adalah mimpi. Aku bisa berlari dengan sangat cepat, mendengarkan suara yang bahkan sangat kecil. Yang aku rasa sampai saat ini, aku menyukai ketika aku menjadi diriku itu!” Aku menatap senyuman di sudut bibir Edward, wajah dingin yang biasanya hanya datar itu, untuk pertama kalinya aku melihatnya lagi tersenyum. Aku lalu menatap Logan yang sejak tadi sibuk dengan dunianya sendiri. Aku menatap layar tablet Logan, lelaki itu sedang melukis sesuatu di dalam sana. “Lalu, jika saat itu hanya ada kalian berdua dan Travold. Kenapa kalian bisa kenal dengan Logan?” “Kami mengenalnya secara tidak sengaja beberapa bulan lalu!” jawab Edward singkat, tidak menjawab apa yang aku tanya “Aku disuruh oleh Travold untuk membantu kalian sebelum dia kembali, aku sudah sadar dengan jati diriku yang sebenarnya jauh sebelum Harry dan juga Edward. Awalnya aku juga sedikit terkejut mendapati ada klan lain di dunia ini. Namun, setelah menyadarinya, aku jadi yakin bahwa sepertinya banyak klan lain yang juga turun ke bumi! Aku tidak tahu apa tujuan mereka, tapi yang pasti itu tidak terlalu baik!” Jelas Logan “Apa maksudnya tidak baik?” aku bertanya lagi “Setelah kejadian yang kamu alami, itu cukup membuktikan bahwa klan lain yang menempati bumi tidak terlalu baik. Aku tidak tahu pastinya dari mana klan mereka, tapi Travold bilang tidak semua klan itu baik. Mereka ada yang tamak yang menginginkan kekuasan. Aku berpikir sepertinya ada sesuatu yang mereka incar dari sini!” tambah Harry Aku terdiam, ini memang cukup sulit untuk aku terima. “Tapi, jika kau adalah Vampire. Kenapa kau bisa terkena cahaya matahari Ed?” aku lekas bertanya setelah teringat dengan beberapa film fantasy yang pernah aku lihat. “Pada dasarnya tidak ada yang mengetahui kebenaran itu Kirey, semua film itu hanyalah bayangan dari si pembuat naskah. Aku pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa seorang penulis fantasy biasanya bisa membayangkan apa yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan. Dan mereka membuat hal itu agar naskah mereka memiliki perbedaan dengan naskah lainnya. Karena sejujurnya, vampire tidak pernah takut dengan matahari. Vampire hidup seperti biasa, tidak ada yang berbeda. Yang membedakan mereka, hanyalah jenis dari makanan mereka dan juga kemampuan yang dimiliki mereka. Bahkan, makanan mereka pun sama dengan jenis makanan kita. Hanya saja sesekali mereka meminum darah segar!” ujar Harry. Lagi-lagi aku terdiam dengan penjelasan Harry yang memang sangat masuk akal. Aku akui bahwa Harry memang sangat tau semua hal. Lelaki menyebalkan ini selalu saja memiliki jawaban atas pertanyaanku. Sekalipun itu adalah pertanyaan yang sangat sulit. Si genus dari fakultas kedokteran, gelar itu memang layak disandang oleh Harry. Meskipun, kadang-kadang dia juga menyombongkan dirinya dengan pengetahuan yang dia miliki. Layaknya manusia.  *** Aku terbangun ketika merasakan guncangan di bahuku, aku menatap Edward. Lalu aku baru sadar bahwa kami sepertinya sudah sampai di bandara tujuan. Dengan segera, aku membenahi barang-barangku. Lalu segera berjalan bersama dengan Harry yang masih sibuk dengan makanannya. Entah sampai kapan Harry akan merasa kenyang. Setelah turun dari pesawat, kami masih berdiri di bandara. Untuk menuju desa itu, kami masih harus melanjutkan perjalanan sekitar beberapa jam. Menurut apa yang dibaca oleh Harry. Dan karena kami juga sampai sudah cukup sore, Edward memutuskan agar kami menginap saja. Semua setuju dan akhirnya kami menyewa sebuah kamar dengan ukuran cukup luas. Aku lekas merebahkan badanku di atas kasur begitu kami tiba. Kamar ini memiliki 6 ranjang terpisah, Harry juga ikut merebahkan badannya di sebelah ranjangku. Logan duduk di sofa dengan tablet yang masih berada di tangannya. Tidak lama, Edward yang sudah selesai mengurus semuanya ikut bergabung duduk dengan Logan. Aku memejamkan mataku, bayangan kejadian sore di café itu masing terbayang di ingatanku. “Apa yang kau rencanakan kedepannya Na? Maksudku, setelah kau lulus!” Harry tiba-tiba sudah pindah ke ranjangku, aku lekas duduk dan menatap Harry dengan kesal. Kenapa harus pindah ke tempatku? Aku menghela nafas, lalu kembali rebahan. Dan tanpa dimintapun, Harry sudah mengelus rambut pirang panjangku. Rasanya nyaman sekali dan aku benar-benar menyukai hal ini. “Aku tidak tau, aku hanya ingin hidup dengan alam. Mendengarkan mereka berbicara dan bernyanyi tanpa ada penghancuran demi meneliti mereka lagi!” ujarku setelah cukup lama terdiam. “Kau ini aneh sekali, mendengarkan alam berbicara dan bernyanyi. Apa kau pikir manusia di bumi akan mengijinkan kamu melakukan hal itu? Jika kau berpotensi, mereka pasti akan tetap memaksamu untuk menghancurkan alam untuk membuatnya menjadi dokumentasi dan pajangan di museum!” Aku menghela nafas, menjadi mahasiswa jurusan arkeolog akhir-akhir ini cukup membuatku kesal. Beberapa peneliti melakukan penghancuran pada beberapa wilayah untuk menemukan apa yang ada di dalamnya. Termasuk ayah dan mama. Mereka telah menjadi peneliti yang haus akan hal-hal yang bisa membuat nama mereka naik daun. Aku tersenyum konyol, bagaimana mungkin aku berpikiran untuk hidup dengan mendengarkan alam? Apa aku ini datang dari jaman batu dulu? “Aku tidak tau, aku bahkan mereka perjalan kita kali ini akan menjadi sesuatu yang panjang. Ini hanya perasaanku saja, selebihnya silahkan menyimpulkannya di dalam otakmu!” Aku menatap Harry yang ada di depanku, lelaki itu hanya terdiam saja sembari tetap mengelus rambutku. “Rambutmu sudah panjang lagi Kirey, apa kau ingin aku memotongnya?” Harry mengalihkan topik “Tidak usah, aku ingin melihat rambutku panjang saja” tolakku, lalu lekas duduk dan menatap Edward yang melangkah ke luar bersama dengan Logan. “Kami akan keluar sebentar, pihak hotel tidak menyediakan makan malam. Kami akan mencari yang dekat di sini saja!” seru Edward begitu sadar aku dan Harry menatap mereka “Jangan lama, aku sudah kelaparan!” ujarku sembari menatap punggung mereka berdua yang sudah menghilang di balik pintu 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD