Bagian 44 ~ Lalat Berbahayá

1217 Words
Kamis, 05 Agustus 2021 Usai beristirahat sebentar, kami akhirnya melanjutkan perjalanan lagi. Kakiku sudah lebih baik berkat obat yang di berikan oleh Travold. Hewan besar yang menyeráng kami subuh tadi, sepertinya tidak mengejar kami lagi. Aku menatap peta di tanganku, arah kami seharusnya sudah benar. Berjam-jam perjalanan tanpa henti, iguanaku tiba-tiba berhenti. Aku menatap lurus ke depan, padang pasir yang gersang tepat ada di hadapan kami. Aku mengerutkan kening, kenapa tiba-tiba ada padang gurun di dunia ini? Melihat Edward yang turun lebih dulu, membuatku ikutan turun dari iguana dan mendekatinya. "Apa kita berada di jalan yang tepat, Na?" Aku mengangguk lalu menyerahkan peta di tanganku pada Ed. Travold ikut turun dari atas iguana. "Kita sudah berada di jalan yang tepat, arah mata angin musim ini memang datang dari Utara. Kita sudah mengikuti arahnya dengan benar!" Jawab Travold "Tapi, apa kita akan melewati Padang gurun ini? Tidak ada kehidupan di sini, bagaimana mungkin kita tahu apakah ada ujungnya atau tidak? Bagaimana jika hanya ada padang gurun?" Harry yang baru saja turun mengeluarkan penolakannya. Aku diam, tidak menanggapi Harry, karena nyatanya aku juga memikirkan hal yang serupa dengannya. Aku juga khawatir apakah padang gurun itu akan ada ujungnya atau tidak sama sekali. Jika kekhawatiran Harry benar, maka ini akan menjadi masalah besar bagi kami. Lain lagi dengan hewan berbahaya gurun, bisa saja di sana ada ular Derik, kalajengking berbisa dan lainnya. Ukurannya juga mungkin berlipat kali lebih besar daripada hewan di gurun bumi. Gurun penuh dengan hal misterius "Tapi kita sudah berada di jalan yang tepat, aku percaya pada Kirey. Jadi, kita tetap lanjut!" Edward membuat keputusan. Dia memegang bahuku dan memberiku kepercayaan. "Apa kau yakin kita akan menuju ke gurun itu, Na?" Harry terlihat masih ragu dengan arah kali ini. "Aku yakin dengan Kirey, lagi pula sebelumnya kita juga tidak pernah salah jalan. Persediaan kita pasti cukup untuk perjalanan ini, yang terpenting kita saling percaya untuk saat ini!" Logan akhirnya buka suara. Aku menatap Edward lagi, dia tersenyum padaku dan memberiku kesempatan untuk memutuskan. Travold masih berdiri di belakangku dan menatap ke depan. Baiklah, karena semua sudah setuju. Maka "kita ikuti arah peta, aku yakin padang gurun ini pasti ada ujungnya!"  "Baiklah, semua kembali ke tunggangan masing-masing!" Perintah Edward Kami kembali ke atas tunggangan masing-masing. Travold kembali berada di depanku, dia langsung memacu iguana kami untuk melesat memasuki Padang gurun. Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan pasir kering. Beberapa tulang belulang hewan besar ada di sepanjang perjalanan kami. Anehnya, semua rangka itu terlihat segar dan baru saja mati. Aku mengerutkan kening, perasaanku tidak enak. Sepertinya aku mendengar bunyi-bunyi bising dari arah depan. Aku sesekali mengelus iguanaku, dia juga terlihat ragu. Tapi aku meyakinkannya untuk tetap berlari. Kami melesat cepat, dan sejauh ini, suara bising tadi tidak ada pergerakan. Apa mungkin itu adalah gema dari tempat yang jauh? Beberapa jam terus berlari tanpa henti, di depan mulai terlihat ada sekumpulan kaktus yang tumbuh. Aku juga melihat ada beberapa bebatuan besar di sekitar kaktus. Ini sedikit lebih baik, kaktus memang sudah menjadi ciri khas Padang gurun. Aku sempat khawatir karena tidak menemukan tumbuhan ini, biasanya jika tidak ada kaktus. Maka Padang pasir ini memang tidak ada kehidupan dan tidak aja ujungnya. Travold berhenti di sekitar kumpulan kaktus, "Kita beruntung, sepertinya ujung Padang pasir ini tidak terlalu jauh. Apa kita berhenti dulu, Kirey?" "Kita istirahat dulu Trav!" "Baiklah." Iguanaku langsung menundukkan kepalanya, Travold turun lebih dulu lalu di susul olehku. Harry tiba paling belakang, jaguarnya terlihat kelalahan. Harry juga berkeringat banyak, wajahnya memerah karena pancaran terik sinar matahari. Aku rasa wajah kami memang menghitam sejak melakukan perjalanan ini. "Kita istirahat dulu, aku yakin Harry akan protes jika kita tidak berhenti!" Ujarku "Aku memang hampir kembali ke klan Vampire, tapi melihat ada kumpulan kaktus ini membuat semangatku kembali sedikit!"seru Harry, yang langsung berteduh di bawah batu besar. Kami makan daging tadi pagi, rasanya benar-benar tidak enak. Andai saja hewan besar itu tidak menyerang, kami mungkin masih bisa makan makanan enak saat ini dan beberapa hari kedepan. Tapi semua persediaan tertinggal di sana. "Tapi, apa kau mengenali hewan subuh tadi yang menyerang kita, Trav? Kenapa dia menyerang kita dengan brutal?" Edward bertanya "Kemungkinan dia adalah hewan yang aktif di malam hari. Atau kemungkinan lainnya, sarangnya tidak jauh dari kita. Ketika sebelum sampai di lokasi terakhir, beberapa meter sebelumya aku melihat liang besar. Tapi aku mengabaikan, karena aku berpikir itu hanyalah sarang hewan biasa." "Seharusnya kau memberitahuku lebih dulu, Trav. Andai saja kau tidak sigap menyelamatkan Kirey dari serangan makhluk itu, mungkin adikku akan terluka. Terima kasih sudah menyelamatkan adikku!" "Tidak masalah, lagipula itu hanya kebetulan saja. Hewan memang akan sensitif di malam hari, dan saat melihatnya menyerang kita dengan brutal. Aku yakin daerah itu pastilah daerah kekuasaannya. Atau kemungkinan kecil lainnya, dia terluka." "Aku rasa Travold benar, selain ikan di sungai. Aku tidak melihat ada hewan lain yang dekat dengan lokasi tadi. Jadi, mungkin itu adalah wilayah kekuasan hewan itu. Aisssshh, tapi aku masih sangat penasaran dengan wujudnya. Karena gelap, jadi aku tidak terlalu memperhatikan bentuknya, kecuali mata merah menyala itu!" Tambah Harry Aku hanya diam sembari memperhatikan ke bawah. Beberapa hewan kecil juga berlindung di bawah batu. Sepertinya mereka juga tidak bertahan di bawah panasnya terik matahari. Wajahku memang terasa terbakar, beruntung sekali kami mengenakan pakaian ini. Jadi, tubuh kami tetap netral, suhunya juga tidak terlalu panas. Aku mengikat rambut pirangku yang terasa semakin panjang. Jika tidak salah, pertama kali terdampar di sini, rambutku masih sebahu. Namun kini sudah melewati bahu. Aku hendak berdiri, namun aku kembali mendengar suara yang tadi sempat aku dengar. Aku kembali duduk dan mendekat ke arah bebatuan. Bunyi itu terdengar lebih kuat daripada sebelumnya. Aku mengerutkan kening ketika suara itu kembali menghilang dan kembali beberapa menit kemudian. Hewan di bawah batu juga langsung mengubur diri mereka dengan pasir. Kemungkinannya, ada predator berbahaya yang mereka takutkan. "Apa kau mendengar sesuatu, Na?" Tanya Edward yang ikut denganku "Aku mendengar bunyi bising, ini sudah ke empat kalinya. Pertama kali mendengarnya ketika kita masih memulai perjalanan, tapi suara bising itu langsung menghilang. Lalu, barusan aku juga mendengar bunyi-bunyi bising itu, lebih kuat daripada sebelumnya. Tapi, suara itu menghilang.... tidak, aku mendengar nya lagi. Apa kalian tidak mendengarnya?" Tanyaku panik, begitu aku kembali mendengar suara yang lebih keras daripada sebelumnya. Suara itu terdengar banyak dan mendekat ke arah kami. Kami semua terdiam untuk mendengar suara itu, ini jelas bukan suara jenis ular berbahaya di Padang gurun. Ini seperti suara berdengung, jika tidak lebah, maka ini adalah burung. Kabarnya, jika bertemu dengan makhluk ini, bukanlah kabar baik. "Kirey, di atas!" Harry menarik bajuku dan menunjuk ke atas dengan suara mencicit. Begitu melihat ke atas, aku langsung terkejut. Hewan itu adalah sejenis Lalat, aku menatap Travold panik. Lalat itu banyak, jika tidak salah itu adalah jenis lalat Tsetse, hewan berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Lalat itu memiliki virus di dalam tubuhnya. Biasanya hewan itu aktif di malam hari, tapi kenapa bisa berkeliaran di siang hari begini? Apa mungkin hewan itulah yang memakan hewan besar di sepanjang gurun tadi? Lalat itu memiliki ukuran tubuh hampir seperti burung biasa, jadi, kemungkinan mereka membunuh sangat besar. Melihat iguanaku dan para jaguar yang juga ketakutan, membuatku semakin yakin dengan dugaanku. "Jangan ada yang bergerak, jangan sampai mereka mengetahui keberadaan kita!" Bisik Logan Gais, jangan lupa koment dan sarannya ya.  Follow akun aku juga  ~ Thank's
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD