Sabtu, 10 Juli 2021
Perjalanan kami dilanjutkan setelah Travold mengingatkan dengan tujuan utama kami. Aku kembali memanggil iguana kami, tidak susah untuk memanggilnya. Aku hanya menjentikkan air sebanyak beberapa kali dan setelah itu, sosok besar itu akan muncul dengan sendirinya. Aku kembali menyatukan kening kami berdua, sepertinya iguana ini kenyang makan ikan segar. Dia tidak keberatan dengan kemauanku lagi.
Aku lekas naik, dibantu oleh Harry. Setelah semuanya berada di atas iguana, aku kembali mengelus lehernya. Seolah mengerti dengan maksudku, iguana ini langsung melesat dengan cepat meninggalkan daerah tempat bermalam kami. Travold tetap berada tepat di belakangku, untuk memastikan bahwa arah yang kami lalui benar. Setelah melewati hutan dan aliran air dan pohon-pohon besar serta semak belukar. Akhirnya kami sampai di padang rumput yang cukup luas. Iguana kami berhenti, seolah tidak yakin kami akan melintas di padang rumput ini.
“Ada apa dengannya Kirey? Kenapa berhenti?” tanya Travold
“Dia tidak yakin kita harus melintasi padang rumput luas ini Trav, aku bisa merasakan keraguan di dalam hatinya!”
Travold ikut menyentuh leher iguana ini, tidak lama. Aku kembali merasakan bahwa iguna ini mendapatkan rasa percaya untuk melanjutkan perjalanan. Aku lekas menyentuhnya lagi dan memberitahukan bahwa kami harus bergerak cepat. Iguana ini langsung melesat memasuki padang rumput, tubuhnya yang besar dan tinggi memudahkan kami melihat apa saja hewan yang ada di padang rumput ini.
“Kirey, apa kau membawa ponselmu kemarin?” Seru Harry sedikit berteriak
“Tidak, semuanya tertinggal di hutan Ramberg itu!” seruku ikut berteriak
“Sayang sekali, aturannya kita turun sebentar di padang rumput ini dan mengambil gambar. Setidaknya kita tidak kehilangan momen berharga ini!” Harry berdecak kesal.
Aku tidak terlalu memperdulikan ocehan Harry, bagaimana bisa lelaki itu masih memikirkan masalah berselfie di saat seperti ini? Aku menaikkan bahu, Harry memang akan selalu seperti itu. Penuh dengan ketidakterdugaan kami. Tidak ada masalah atau penyerângan pada kami selama melintas di padang rumput liar. Hanya saja, iguana ini kembali berhenti beberapa meter sebelum hutan itu. Perbatasan klan werewolf dengan klan vampire. Aku mengelusnya lagi, memberitahu pada kami bahwa hutan itu tidak berbahaya. Meskipun memang aku tidak tahu apa yang akan kami hadapi di depan sana. Sejauh ini memang tidak ada masalah serius yang menyerang kami, kecuali rogue yang ada di klan serigala.
“Kirey tunggu sebentar!” Travold menghentikanku yang ingin melanjutkan perjalanan
“Ada apa?”
“Kau duduk di belakangku saja, itu akan lebih aman daripada kau harus di depanku!”
Aku menatap Travold, lalu segera mengubah posisi duduk kami. Aku duduk di belakang Travold, Harry di belakangku dan Edward paling belakang. Travold ternyata bisa memberi perintah pada iguana ini, dia menyentuh hewan besar ini seperti apa yang aku lakukan. Lalu iguana ini dengan cepat melesat maju, memasuki hutan.
“Bagaimana caranya kalian bisa memberi perintah binatang Na? Kalian hebat sekali, apa kalian ini adalah keturunan dari kerajaan sophia? Putri sophia kan bisa berbicara dengan hewan!”
Aku terkekeh mendengar ocehan Harry, terdengar tidak masuk akal namun sedikit menghibur. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Harry, suasana hutan yang kami masuki mulai terasa sedikit menegangkan. Aura dingin dan lembabnya lebih terasa daripada di hutan klan werewolf tadi. Beberapa kicauan burung aneh pun mulai terdengar. Iguana yang kami tumpangi pun terasa sedikit ragu, aku bisa merasakannya. Insting binatang jauh lebih tinggi daripada apapun. Aku yakin bahwa di depan kami saat ini pasti ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Dan, kami tidak tau itu apa.
Aku mengelus leher iguana kami, dia seolah kembali tenang dan kembali mulai berjalan. Sesekali Travold mengawasi sekitar kami, sembari melihat peta. Karena rasi bintang belum terlihat, kami hanya mengandalkan arah mata angin dengan kompasku.
“Kita berada di daerah mana sekarang?” Tanya Logan
“Jika tidak salah, kita berada di daerah Â, aku tidak yakin ini benar atau tidak. Tapi iguana ini seolah tidak yakin untuk memasuki wilayah ini. Iguana biasanya hidup di daerah yang banyak airnya, dan itu berada di klan werewolf. Saat memasuki padang rumput sebelumnya, iguna ini juga sedikit ragu. Dan karena melihat dari peta ini, seharusnya kita sudah berada di daerah Â, daerah klan dari kaum Edward!” jelas Travold
Iguana yang kami tumpangi seolah ikut membenarkan apa yang Travold jelaskan tadi, iguana memang tidak pernah jauh-jauh dari sumber air di daerah ini. Dan daerah klan vampire bukanlah daerah itu. Wajah saja jika iguana kami ini sedikit tidak percaya untuk membawa kami memasuki hutan lembab, dingin dan gelap ini. Itu karena dia memang tidak pernah menjelajah sejauh ini.
“Tapi, kenapa kau tidak membawa kami secara langsung menuju klan itu Trav? Maksudku, seperti yang kau lakukan ketika membawa kami kemari. Aku pikir itu akan jauh lebih mudah jika kau membawa kami dengan membuka portal ke sana. Itu tidak akan memakan banyak waktu, lebih hemat energi dan resiko kita kena serangân juga jauh lebih sedikit. Palingan, jika kau perkiran berdasarkan analisisku. Kita hanya akan terjatuh, mual dan gejala sederhana lainnya jika bepergian dengan portal itu!”
Aku rasa itu bukan pertanyaan, Harry jelas terlihat kesal karena Travold. Sejak awal, Harry memang tidak terlalu menyukai Travold yang tidak bisa dia pahami. Aku sendiri jujur akan hal itu, Travold memang terlalu banyak dengan misteri dan terlalu tertutup. Jadi, wajar saja si Jenius Harry kesal ketika diabaikan oleh Travold.
“Jika aku bisa melakukannya dari awal, tanpa perintah pun, aku sudah melakukannya!” jawab Travold ketus. Aku bisa mendengar hembusan nafas kesal dari Travold, karena jarak kami yang memang tidak terlampau jauh
“Alasan saja, kau juga tidak ingin membantu kami saat kejadian di air terjun itu. Andai kau memanggil nagamu, atau kau berubah menjadi naga. Kami tidak akan sampai terluka parah di air terjun itu! Dan lagi pula, apa yang kamu lakukan ketika kita masih di rumah Lebo? Aku dan Kirey jelas melihatmu masuk ke rumah dengan pakaian yang berdarâh. Sebenarnya, apa yang kau sembunyikan dari kami?”
Hening, usai Harry membentak Travold. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Bukan karena perkataan Harry, tapi karena iguana kami tiba-tiba berhenti dengan perasaan yang gusar. Aku merasakan kegusaran dari iguana ini, aku menatap sekitar. Seolah ada pergerakan yang tidak kasat mata.
“Tetap kontrol hewan ini Kirey, sepertinya dia mulai panik. Jika dia panik, dia bisa menabrak apapun yang ada di depannya!” bisik Travold
Aku mengangguk, Travold sudah melompat turun dari atas tubuh iguana. Aku lekas maju kedepan, mengelus leher iguana ini. Cukup berhasil, meskipun hanya sedikit. Aku menatap tubuh Travold yang berada beberapa meter dari kami, dia menatap sekitar. Lalu lekas menuju ke arah kami, “Apa yang ada di depan sana?”
Travold naik, dan duduk di belakangku dengan bantuan dari ekor iguana ini. “Aku tidak yakin, tapi sepertinya kita harus lekas putar haluan Kirey. Beri perintah pada iguana ini untuk putar balik, sepertinya sesuatu yang berbahaya ada di depan kita. Itu sebabnya dia tidak ingin maju ke depan sekalipun aku memerintahnya!”
Aku langsung memberi perintah, iguana kami langsung cepat memutar haluan. Ekor panjangnya bahkan sampai menabrak pohon-pohon besar. Kami terus berlari, berusaha untuk keluar dari hutan ini. Dari belakang, aku melihat bahwa ada sesuatu yang mengejar kami. Mereka cepat, tidak terlihat pergerakannya. Namun sesekali aku bisa menangkap arah mereka.
“Kirey, lihat kedepan. Fokus pada iguana ini, biar aku yang mengalihkan perhatian mereka!”
Travold—dia langsung melompat turun, aku ingin menghentikan iguana ini. Namun hewan besar ini juga sepertinya ketakutan dengan makhluk itu. Aku menatap Edward dan juga Logan yang turun dari iguana. Menyisakan aku beserta Harry yang memeluk pinggangku dengan ketakutan. Dengan tidak malunya, dia bahkan berteriak histeris.
“Jangan membuat suasana semakin suram Harry, lepaskan tanganmu dan berpeganglah pada iguana ini!”
“Kirey, tidak, astaga, mereka menyeramkan. Aku takut!” teriak Harry masih histeris
Aku berdecak kesal, melihat ke belakang lagi dan sepertinya mereka sedang berperang di sana. Aku melihat Ed yang berlari dengan kecepatan vampirenya, dia berada di depan kami. Aku salah, ternyata itu bukan Edward. Iguana ini langsung berhenti begitu melihat jalannya dihadang, aku melihat mahluk apa yang menghadang kami. Begitu melihat mata mereka, aku langsung terduduk kaku di atas iguana ini. Mereka—adalah sosok yang dulu pernah mengejarku di kampus. Lebih tepatnya di café aneh itu. Aku panik saat menatap mereka, aku hendak putar balik. Namun, di belakang kami sudah ada mereka juga. Tatapan mereka tertuju padaku dan juga Harry.
“Ini tidak baik Kirey, sepertinya mereka kenal denganmu! Apa kau punya utang yang belum kau bayar pada mereka?” Harry kembali berdecak memarahiku.
Aku menghela nafas, memutar bola mata kesal “Ini bukan sedang berada di dalam drama Harry. Kau harus melihat bahwa mereka menghadang kita, apa jangan-jangan kau juga punya utang pada mereka?” Astaga, aku langsung menepuk dahiku. Bisa-bisanya aku ketularan keabsurdan dari Harry?
“Aku tidak pernah berhutang, kau saja yang selalu membuat hutang di mana-mana, menunggu agar aku atau Edward yang melunasi hutangmu. Dasar cewek mâtre!”
“Eh, Harry!” teriakku begitu melihat tubuh Harry melayang dari tempatnya dan sudah terjauh ke bawah. Aku semakin gugup, Harry di bawah sana berusaha untuk melawan mereka. Aku terdiam di tempatku, mereka menatapku dengan tatapan merah menyala mereka. Tepat seperti tatapan di café itu. Aku merasakan kemarahan yang lebih besar, aku menyentuh iguana ini. Dia berusaha untuk membuatku tenang.
Belum sempat mereka menyentuhku, tubuh mereka—si mata merah menyala—sudah terlempar jauh dan membentur pohon. Aku menatap iguana ini dengan tatapan terkejut, dia marah ketika merasakan kemarahan dan juga ketakutanku. Semakin aku takut, maka iguana ini juga akan takut. Aku mengangguk, sepertinya perasaanku juga mengontrol iguana ini. Dengan segera, aku memberi perintah agar iguana besar ini memukul mundur mereka.
Bruk—lagi-lagi mereka tidak berhasil menyentuhku. Ekor iguana ini lebih gesit dari apa yang aku bayangkan. Dia dengan cepat menghantam tubuh mereka yang ingin menyerangku dengan cepat. Asal aku bisa melihat pergerakan mereka saja, maka itu akan aman untukku.
“Ahhh!” Ed terlempar ke pohon.
Travold yang tidak jauh darinya segera menghampiri dan membantu untuk berdiri. “Apa kau masih bisa bertahan Ed? Aku akan mengalihkan perhatian mereka!”
“Itu tidak akan bekerja, lihatlah, jumlah yang menyerâng kita semakin sedikit. Aku khawatir mereka hanya ingin menginginkan Kirey dan juga Harry, kita sebaiknya segera membantu mereka. Kirey bahkan tidak pernah bertarung sebelumnya!”
“Sial, aku lupa akan hal itu! Ayo, apa kau masih bisa berlari?”
Edward mengangguk, dengan cepat mereka langsung menuju ke arah semula. Logan yang tidak jauh dari mereka sudah terkapar tidak berdaya di atas dahan kering, sesuatu yang merah menghantam bahunya. Edward segera berlari menghampiri Logan, “Dia tidak sadar, bagaimana ini?” Edward panik
“Ed, awas!” Bruk—tubuh Troval dengan cepat menghantam benda itu, Ed terjauh menghantam tanah. Trovald marah, ia menatap siapa yang menghantamkan batu itu.
“Lama tidak bertemu pecundâng, apa kau pikir kau bisa mendapatkan mereka dengan mudah dan membuat semua keinginanmu berjalan dengan mudah? Aku sudah mengamatimu selama kau berada di bumi, kau sepertinya membuat semuanya berjalan dengan mudah. Kau juga ingin kerjasama dengan penghuni bawah itu kan? Kau tidak harus membodohi semua orang, aku sudah menawarimu kerja sama sebelumnya. Namun kau menolak dan malah membuka portal ke bumi untuk mencari siapa keturunan dari dewa itu. Kau memang akan menjadi klan terburuk di Lofoten ini Trav, kau melakukannya dengan baik!”
Aku tiba setelah mendengar ucapan itu, tatapaku lalu tertuju pada Travold yang diam saja. Tatapan mata Travold seolah meminta pertolongan padaku, aku menatap Edward yang terjauh di tanah. Dia sepertinya terluka cukup parah. Namun, aku terlanjur mendengar apa yang dikatakan oleh si mata merah itu. Dan entah kenapa, ada rasa marah di dalam benakku ketika mengetahui apa tujuan dari Travold membawa kami ke dalam dunia ini.
“Kau tau apa yang harus kau lakukan Kirey, bunuh lelaki itu agar kalian semua dan dunia ini selamat. Aku akan membunuh dia di tanganku. Kau jelas sudah dengar kan? Dia itu hanya ingin memanfaatkan kalian semua!”
“Kirey, jangan dengarkan perkataannya. Apa yang sudah aku katakan selama ini memang itulah adanya. Tidak ada niat begitu padaku!”
Aku menatap Travold yang tidak membenarkan masalah itu, Bruk—tanpa banyak tanya. Iguanaku yang seolah tahu kekecewaanku langsung bergerak dengan cepat. Ekornya membuat tubuh itu melayang dan menghantam pohon dengan keras.
“Rasakan ini, penipu!”