Kamis, 15 Juli 2021
Aku menatap tanah tandus yang ada di depan, menatap Tamus dengan kening yang berkerut. Perbatasan apa? Aku hanya menatap tanah kering dan tandus, tidak ada air dan seolah tanah di depan kami adalah bagian terburuķ dari dimensi ini.
“Apanya yang perbatasan? Di depan sana hanya ada tanah kering dan tandus. Jangan mempermainkan kami Tamus, jika kau tidak tahu di mana klan vampire berada. Seharusnya kau tidak harus mengarahkan kami ke sini!” Harry lebih dulu menatap kesal Tamus.
“Ini memang adalah perbatasan dengan wilayah klan vampire. Kau bisa bertanya pada Edward apa yang dia lihat di depan sana!” Tori buka suara “Lagi pula, kami tidak akan mempermainkan kalian. Jika kami ingin berniat buruķ pada kalian. Itu sudah kami lakukan sejak awal Harry, jangan sembarangan menunduk orang. Itu membuatku merasa tersinggung, padahal kami sudah bertaruh nyawa mengantar kalian ke sini!”
Aku menatap Tori dan juga Tamus, lalu menatap Edward yang sudah turun dari iguananya. Aku dan Travold ikut turun dari atas iguana, berjalan mendekati Edward yang menatap ke depan dengan tatapan tidak percaya. “Ed? Apa yang kau lihat?”
“Di depan sana bukanlah tanah tandus, tapi hutan lebat yang lebih indah dari sebelumnya. Aku juga bisa merasakan desiran di sekitar tubuhku ketika menatap ke depan. Tamus benar, ini memang adalah perbatasan klan vampire dengan klan lainnya. Tentu kalian tidak lupakan apa yang dikatakan oleh Anna dan Lebopy sebelumnya, mereka bilang klan ini sedikit misterius. Sekarang aku percaya apa maksud dari mereka!”
“Kami hanya bisa mengantar kalian sampai di sini Kirey, Edward. Kami tidak bisa ikut dengan kalian, meskipun aku rasa Tana sangat penasaran dengan klan vampire itu. Tapi lain kali saja kami berkunjung, ketika mereka sudah membuka gerbang mereka untuk umum!” Tamus mendekati kami
“Terima kasih sudah mengantar kami sampai di sini Tamus, selanjutnya serahkan pada kami saja. Aku tidak akan melupakan perbuatan baikmu, dan maafkan Harry yang sedikit cerewet dan sering mengeluh. Dia itu terlahir dari keluarga kaya, jadi apa pun yang dia mau biasanya akan selalu dikabulkan.” Seru Edward
“Hahahaha, tidak masalah Edward. Aku merasa dia seperti adikku yang dulu gugur melawan ular berbulu itu juga. Sebelumnya, kami memang sudah tahu bahwa hewan itu adalah jenis dari hewan melata dan sangat berbahaya. Namun kami tidak pernah melihat wujudnya secara langsung, dan saat itu. Adikku satu-satunya gugur karena diserang oleh ular itu. Berkat kalian, aku merasa balas dendâmku sudah selesai. Kalian juga sudah membuat situasi di sekitar hutan itu sedikit lebih aman! Aku yang harus berterima kasih pada kalian!” balas Tamus
Aku tersenyum melihat Tana yang memelukku, dia seolah tidak ingin terpisah dari kami. Tapi seperti ucapan Tamus, jika klan itu sudah membuka gerbang mereka untuk umum. Maka kemungkinan Edward bisa membawa mereka berkeliling dengan kecepatan vampirnya tentu saja.
“Kirey, tetaplah menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah tergoda dengan sesuatu yang lebih besar nantinya. Kau harus tetap melihat dunia ini, semoga para dewa itu selalu bersama denganmu. Kami mengembalikan para iguana ini padamu. Terima kasih sudah mampir dan memberi kami petualangan hebat. Kau dan—!” Tamus menatap Travold yang berdiri tidak jauh dari kami. “Dia lelaki itu, aku yakin kalian harus berusa lebih lagi!”
Aku menatap Travold sekilas, wajahnya tetap dingin dan diam saja. “baik Tamus, Tana, Tori. Terima kasih sudah menemani kami sampai hari ini. Semoga kita bisa bertemu dan melakukan petualangan menyenangkan lain kali!”
“Sampai jumpa Kirey, kau wanita yang akan bersejarah di dunia ini suatu hari nanti. Aku yakin dengan hal itu. Semoga kau tetap mengingatku jika kau sudah menjadi sesuatu yang lebih hebat dari saat ini!” jelas Tori merangkulku. Begitu juga dengan Tamus dan terakhir Tana.
Aku hendak memberikan dua iguana itu pada mereka, namun Tamus benar-benar menolaknya. Katanya iguana ini harus ada bersamaku. Para iguana itu juga terlihat tidak ingin meninggalkanku. Aku mengangguk, lalu menatap Edward. Aku, Logan dan Harry serta Travold hanya menatap hamparan padang tandus di depan sana. Sementara Edward bilang itu bukan tandus.
“lalu, apa sekarang?” tanyaku pada Edward
“Kita harus memasuki pelindung mereka ini, aku rasa kalian harus berpegangan padaku. Setidaknya, hanya cara itu yang terlintas di kepalaku saat ini!”
Aku mengangguk, lalu menatap ke empat iguanaku yang tetap setia menungguku. Dengan hanya menatap mereka, tidak lama, mereka sudah berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam kalungku. Setidaknya itu mempermudah kami bergerak. Sebelum pergi, kami menatap ke arah Tamus, Tori dan Tana yang melambaikan tangan. Aku tersenyum pada mereka.
“Kirey!” seru Travold membawaku menuju arah Ed
Shttttt….Badanku rasanya melewati sesuatu. Entah itu apa, tapi aku tetap memegang tangan Edward dengan erat. Yang kami lewati begitu silau, hingga kami semua menutup mata. Dan begitu aku membuka mata, aku kembali terpaku menatap apa yang ada di depanku. Aku membalikkan badanku, dan terkejut melihat tebing tinggi berlumut di belakang kami. Tamus, Tana dan Tori tidak kelihatan sama-sekali.
“Wohoh, ini benar-benar menakjubkan sekali. Lihatlah, dunia ini memang penuh dengan keajaiban!” ujar Harry meraba tebing itu.
Aku membalikkan badan dan kembali menatap hamparan hutan hijau yang ada di depan kami. Dan yang membuatku takjub adalah ketika melihat bangunan tinggi, mewah dan besar tepat di ujung penglihatan kami. Aku bahkan sampai tidak percaya melihat bangunan itu.
“Aku rasa, itu adalah istana dari klanmu Ed! Itu luar biasa sekali, di dunia ini baru itu bangunan termewah yang aku lihat!”
Edward mengangguk setuju dengan pendapatku, kami menatap satu sama lain. Melihat tatapan Harry, aku lekas tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya. Aku segera mengeluarkan para iguanaku. Tidak semua, hanya 3 saja. Aku menaiki iguana yang kami temukan sebelumnya, sementara dua lagi adalah milik Tamus sebelumnya. Aku dan Travold menaiki iguana kami dan segera melaju memasuki hutan yang terasa lebih gelap itu. Auranya juga jauh lebih lebih kuat dari pada sebelumnya.
Perjalanan kami tidak terhalang apa-apa sampai 30 menit berlalu. Jarak kami dengan bangunan tinggi itu juga tidak terlalu jauh lagi. Kami memasuki hutan semakin dalam, aliran air kembali terdengar. Melihat matahari di klan ini sudah mulai terbenam, membuatku menarik kesimpulan bahwa jamnya juga sama dengan sebelumnya.
“Perjalanan kita ke sana masih sekitar beberapa jam lagi jika tidak ada halangan. Kita beristirahat dulu dan makan. Iguana kita juga perlu berendam untuk memulihkan tenaga mereka!” seru Travold
“Baiklah, kita beristirahat dulu baru melanjutkan perjalanan!”