26 Agustus 2021 Rasanya sedikit canggung, aku dan Travold kembali ke tebing tadi setelah kejadian itu. Dia terlihat gugup juga. Wajahku pasti semerah tomat tadi, aishhh, seharusnya aku tidak seperti ini. “Trav” “Kirey” Kami saling menatap satu sama lain. Aku mengalihkan perhatianku dan menatap ke depan. “kau duluan!” seruku Helaan nafas dari Travold terdengar, aku ingin sekali melihat ekspresi wajah tampan Travold. Tapi aku tidak bisa, aku bisa saja mempermalukan diriku sendiri nantinya. Wajahku mudah sekali memerah ketika malu dan canggung, seperti sekarang ini. Terlebih ketika mengingat hal tadi. Aku menggelengkan kepala, berharap Travold tidak menyadari pemikiran anehku ini. Tapi, aku tidak bisa untuk tidak melihat ke arah Travold ketika dia mengambil tanganku. Sekarang, perhatia

