14 Agustus 2021 Aku memasuki ruangan yang penuh dengan bau obat-obatan, sosok lelaki paruh baya yang terlihat sudah berumur panjang berdiri di depan Travold yang terbaring lemah. Tatapanku dan lelaki paruh baya itu saling bertemu, dia lalu menatap Travold. "Salam!" seru Jaafar sembari membungkukkan badannya, aku mengikuti apa yang dilakukan oleh Jaafar. "Lekaslah kemari anak muda, dia membutuhkanmu. Racun yang menusuk perutnya sudah bereaksi lebih dulu sebelum kalian sempat memberi pertolongan pertama. Lihatlah dia!" Aku lekas masuk dan menatap Travold, dia masih sadar namun wajahnya begitu pucat. Tatapan Travold tertuju padaku. Tangannya bahkan terlihat gemetaran hebat, keringat dingin keluar dari keningnya. Nafas Travold juga terlihat sangat tidak stabil, dia terus memegangi bagian p

