20 Agustus 2021 Kedua telapak tanganku terus saling menggosok, sepertinya para penyihir itu memang ingin menyiksa kami. Sudah berjam-jam, kami sama-sekali tidak makan atau diberikan minim. Jangankan hal itu, sejak Tana Ha I berkunjung kesini, tidak ada lagi yang pernah membuka pintu ruangan itu. Sepertinya mereka benar-benar ingin meminta jawaban ya dariku. Aku menatap Harry, dia tergeletak di selnya. Aku merangkak mendekat, badanku semuanya sudah kaku. "Harry, apa kau masih sadar?" Tubuh Harry sama-sekali tidak memberikan respon, aku kalut. Tanganku menggoyang bahu Harry, badannya sama kakunya dariku. "Harry...." "Aku masih hidup, Kirey. Aku hanya tertidur, udaranya semakin dingin!" Aku menghela nafas legah, lalu berdiri dan menatap ke arah pintu yang terdengar sedikit terbuka. Pera

