"Bagaimana kalau kau kembali padaku?" Pertanyaan itu cukup membuatku terkejut. Bagaimana mungkin seorang Andhika masih mau denganku yang sudah jadi istri orang lain. Apalagi sekarang aku sedang hamil dan penampilanku tidak seperti dulu lagi. "Aku yakin, kamu itu hamil anakku, Key," ucap Andhika lagi. Aku mendongak ke arahnya. Tatapannya padaku begitu serius. Kedua tangannya kembali membingkai wajahku. "Kenapa kamu memilihnya kalau kamu tidak bahagia? Kemana wajah ceria Keysha yang dulu? Kamu terlihat begitu sedih dan kesepian. Aku sangat yakin, kamu tidak bahagia sama suamimu yang kaya itu kan? Cepatlah katakan padaku! Akan kuberi pelajaran untuknya!" tukas Andhika lagi. Aku berlalu meninggalkannya dengan langkah cepat, setengah berlari. "Key, tunggu Key, jangan lari. Takutnya kamu

