Dua Puluh Dua

1881 Words

Sesuai rencana, hari ini Nate, Jo dan Sharoon pergi menuju alamat mana kediaman orang tua kandung Nate sedang. Nate memarkirkan mobilnya yang memang sudah disediakan oleh orang tua angkatnya, di depan rumah yang tidak terlalu megah namun nyaman untuk ditinggali. Mereka pun beranjak keluar dari mobil dan melangkah menuju teras rumah. Sharoon mendesak bel rumah itu, selama menunggu seseorang membukakan pintunya, Nate terus meremas jari-jari lentik Sharoon yang berada di genggamannya. "Aku takut." Gumam Nate pelan. Sharoon yang mengerti akan kesulitan dan memperbaiki Nate pun hanya mampu mengelus lembut untuk membantu pemuda itu dan memberikan senyum penenang. “Mereka pasti akan menerimamu.” Ucapnya yang ditentang oleh Jo. "Sharoon benar. Tenangkanlah dirimu, bung. ” Nate mengangguk. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD