CHAPTER 27 Masuk ke dalam kamarnya, Indira masih dalam keadaan malu-malu, duduk di tepian kasur gadis itu menunduk sambil meremas ujung bajunya. "Ah …." Ia menghela napas. Jantungnya berdegup jauh lebih kencang pula sedari tadi. Dan senyumnya semakin melebar melihat kalung tergantung di lehernya. Dilepaskannya kalung itu, dan kemudian memperhatikan kalung berwarna putih dengan buah seperti tetes embun bewarna sama. "Mungkin cukup," katanya pada dirinya sendiri. Ia pun membersihkan diri, mengganti pakaiannya menjadi lebih baik dibalut jaket lumayan tebal. Memesan ojek online yang datang setelah beberapa saat ia selesai membereskan dapur—yang ia rasa berantakan karena Brendon—, sarapan lalu

