Our Promise

727 Words

Hanya satu yang kulakukan di keheningan ini. Mentap kedua mata Sean dalam. Menatap kedua mata sendu sekaligus menenangkan itu. Aku tidak tau apa yang harus aku bicarakan, dari mana harus aku memulai pembicaraan ini. "Jadi?" Dia menatapku sambil tersenyum. Mungkin senyuman itu akan sangat aku rindukan nantinya. Tanpa sadar air mataku jatuh. Aku juga tidak tau kenapa. Tapi satu yang kutahu, saat ini berat sekali mengatakan kepadanya. "Lo kenapa nangis Al? Cerita sama gue kalau ada sesuatu." Dia menghapus air mataku dengan tangannya. Tangan lembut itu, aku juga akan merindukannya nanti. Aku menghela nafas panjang. Mencoba tersenyum kepadanya. "Enggak terasa ya, udah lima bulan kita pacaran." Dia menatapku dalam diam. "Gue.. gue enggak tau harus mulai dari mana. Semuanya terlalu s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD