Bab 7. Kejujuran

1221 Words

“Malah ngetawain,” ucap Abang membuang muka. “Sayang banget kalau Abang jadi suaminya Kambing. Kayak gak ada cewek yang mau aja.” Aku bergumam, menahan tawa yang mau meledak lagi. Abang kembali menoleh, menatapku. “Emang gak ada cewek yang mau.” Celetuk Abang cuek. “Masa? Itu sih tiap hari Valentine, banyak paket cokelat ama bunga! Cieee ... so insecure.” godaku sembari mendorong pelan bahu Abang. “Tau dah!” jawabnya mengedikkan bahu. sesaat, diantara kami tidak ada yang bicara. Aku menikmati semilir angin yang membelai wajah dan menikmati pemandangan. “Abang," panggilku tanpa memandang ke arahnya. “Hm.” “Cewek idaman Abang emang kayak gimana sih?” Aku menguji kejujuran Abang, memandang wajahnya dari samping. Ck, kalau dilihat dari dekat gini, Abang emang tampan! Mirip ... Hmmm ...

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD