Meski telah merelakan, nyatanya Rangga tak benar-benar melepas proyek pembangunan pasaraya di Sulawesi dari tangannya. Semua dokumen telah diambil alih sang nenek, tapi Rangga tak mau menyerah. Dia masih merasa memiliki tanggung jawab untuk mengurus hal tersebut, karena semua masalah yang terjadi disebabkan olehnya. Pria itu pun datang ke rumah neneknya. Mencari perempuan tua dengan rambut beruban yang ditutupi oleh cat rambut hitam. “Kenapa kau kemari?” tanya nenek dengan nada ketus tanpa melihat ke arah Rangga. Dia sibuk membolak-balikkan halaman koran hari ini. “Aku mau menanyakan kembali tentang perkembangan proyek yang sudah diambil alih oleh nenek.” Rangga menjawab dengan terus terang. Kedua orang tersebut sedang berada di taman belakang. Dilengkapi sebuah pendopo, lalu ter

