"Ayah". Rafan menyapa, Khalif yang sedang mengobrol serius dengan Om Dani sahabat beliau. Ia cukup kaget ketika tiba di kantor polisi dan bertemu sang Ayah yang kemudian menyusul bersama Om Dani. Semakin haru ketika mengetahui ternyata Ayahnya selama seminggu ini yang bekerja membantu mencari semua bukti-bukti yang tiba-tiba raib begitu saja. Akibat ulah Kakek buyutnya. Khalif menoleh pada putranya, kemudian memberikan senyuman hangat. Membuat Rafan hampir saja menangis. Laki-laki itu langsung memeluk Ayahnya. "Makasih". Kata Rafan. Khalif melirik pada sahabatnya yang sudah senyum-senyum geli sendiri. Namun, Rafan merasakan dua telapak tangan menepuk punggungnya. "Sama-sama". Kata Khalif. Kemudian mengurai pelukkan mereka. "Lain kali, cerita. Jangan diam lalu marah. Kalau kamu ngomo

