another - 32

2065 Words

Sejak semalam, Liora tidak banyak bicara. Wanita itu malah sering melamun. Bahkan ketika Amel mengajak bicarapun, Liora sama sekali tidak mendengarkannya. Wanita itu hanya mengaduk-aduk minumannya yang sudah tidak dingin. "Liora?" panggil Amel untuk yang ketiga kalinya. "Ya?" Liora mendongakkan kepalanua menatap Amel. "Kamu kenapa, Nak? Ada yang menggangu pikiran kamu?" Liora tersenyum. "Enggak, kok, Ma." "Enggak gimana? Kamu daritadi ngelamun terus. Ayo cerita sama Mama. Ada apa?" Liora ingin sekali memberitahukan kegelisahannya tentang Jean, namun sepertinya Amel tidak perlu tahu. Liora memilih mengalihkan pembicaraan. "Aku mau jalan-jalan nanti, beli oleh-oleh buat Fania sama Hellen. Mama mau ikut?" "Boleh. Nanti kita berdua jalan-jalan cari oleh-oleh, ya." Liora mengangguk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD