Evan mengucak matanya yang lengket. Ia merasakan tubuhnya yang sakit. Ketika membuka mata, ia langsung menyadari apa yang dilakukannya semalam dengan Amanda. Pria itu langsung membuka matanya sempurna, menoleh ke kanan-kiri mencari Amanda, namun tidak menemukan wanita itu. Ia hanya melihat jam tangan milik Amanda di atas nakas. Pria itu menghela napas berat, lalu mengusap wajahnya kasar. Seketika ingatannya semalam yang tidur dengan Amanda terlintas di otaknya. Tentu saja ingatan itu sangat jelas, bahkan tidak terlupakan setiap detik yang mereka lalui. Evan langsung menendang selimutnya. "Gila, lo, Van! Lo apain anak orang, hah? Ah, gak bisa. Lo beneran udah enggak waras!" ucap Evan sembari mengacak-acak rambutnya. Evan bangun dari tempat tidur, mengambil pakaiannya yang ada di lantai

