another - 43

1842 Words

Liora membawakan teh hangat ke ruang tamu. Di sana ada Juana yang duduk di sofa. Setelah mengetahui Juana adalah Ayah suaminya, Liora pun memutuskan untuk membantu dengan membawa Juana ke rumah. "Silakan diminum teh hangatnya, eung-Ayah," ucap Liora agak canggung. Juana tersenyum. "Terima kasih." Liora duduk di sofa satunya. "Maaf aku cuma bisa sediakan ini. Ibu yang bekerja di sini sedang sakit, jadi tidak ada makanan." "Enggak masalah. Teh hangat pun cukup." Juana menyeruput teh hangatnya, lalu melirik ke arah perut Liora yang membuncit itu. "Sudah berapa bulan?" tanyanya. Liora melihat ke arah perutnya, lalu tertawa kecil. "Sudah mau empat bulan." "Berarti, lima bulan lagi saya akan jadi Kakek." Juana menaruh cangkirnya ke atas meja, lalu menghela napas pelan. "Ayah yakin, saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD