JATUH CINTA PADA BACAAN PERTAMA

695 Words
Jatuh Cinta Pada Bacaan Yang Pertama Perkenalkan namaku Hermawati, biasa dipanggil Herma, yang penting jangan dipanggil sang maha pencipta. Umurku 24 tahun, aku senang membaca lalu mencoba menjadi penulis pemula, karyaku cuma satu karena ideku selalu mentok di tengah jalan, dan akhirnya tulisanku hanya sampai tengah. Aduh, aku sudah seperti murid baru saja yang memperkenalkan diri di depan papan tulis. Hari ini aku kembali membuka aplikasi platform menulis favoritku, ingin membaca sesuatu yang baru, ini kulakukan untuk mengisi waktu luangku dipekerjaanku menjaga toko bahan sembako, daripada cuma main game yang tidak jelas. Aku membuka list cerita terbaru hari ini, ada salah satu judul yang membuatku tertarik, bukan tali atau magnet, tapi isi tulisan yang sungguh memikat. Buku novel dengan isi pencarian jodoh itu membuatku bersemangat, menarikku untuk segera menuju pelaminan, begitu indahnya cerita pernikahan itu digambarkan, hingga membuatku iri. Langkah pertama yang harus kulakukan untuk memenuhi rasa iriku adalah mencari pasangan, tentu bukan mencari pasangan yang sudah jadi milik orang lain. Aku terus saja tertarik dengan penulis ini, apakah dia yang harus kucari untuk jodohku? Ah, terlalu cepat, aku juga belum tahu apakah penulis ini sudah menikah atau sudah punya anak, tapi masih ada kesempatanku untuk dipoligami, jikapun duda juga tidak mengapa. Aku benar-benar gila. Akhirnya aku mencoba mencari tahu, kuklik akun sipenulis, nama akun itu Sang Makna, mungkin itu cuma nama pena. Aku mengklik foto akun itu, seorang laki-laki, tampan juga, masih muda, mungkin tiga tahun ia lebih tua dariku, dan sepertinya itu foto asli. Wow, bukunya bejibun, ada puluhan buku, tepatnya 73 buku, selain buku fiksi, juga ada buku non fiksi. Aku menjadi pembaca setia semua buku-bukunya, sebentar lagi aku akan membaca hatinya, dan menjadi yang setia sebagai pasangannya. Aku terus termotivasi dengan karya-karyanya, semua tulisannya seperti tidak habis selesai baca, selalu saja jadi bahan diskusi dalam kehidupanku sehari-hari. Seperti motivasi untuk menulis, untuk membaca, dan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Lihat cara dia mendefnisikan cinta, katanya: "Siapa bilang jatuh cinta cuma pada pandangan pertama, karena jatuh cinta disini beda dengan pengertian jatuh yang cuma ke bawah, jatuh cinta itu banyak caranya.". Sungguh sangat luar biasa! Salah satunya terjadi denganku, aku jatuh cinta pada bacaan yang pertama, tulisan itu menghipnotisku, aku berkhayal penulis satu ini jadi milikku, hingga tepukan sebelah tangan membangunkanku, dan ketika aku bangun semua bisa jadi hanya harapan hampa. Tidak ada satu buku, tidak asa satu bab, tidak ada komentar yang terlewatkan untuk k****a, kusukai, dan kuikuti. Penulis itu adalah dia, dan aku adalah bayangannya. Terserah dia menganggap aku apa. Apakah aku kekasih bayangannya? * Seperti hari ini, aku berkomentar dibuku terbarunya, lalu kembali dia balas komentarku, sebenarnya komentar siapapun, tapi entah kenapa aku yang merasa sangat istimewa. Sangat keren, dapat darimana idenya? Dari kamu, eh, bukan, dari pikiranku lah... Oh, tak apa kalau aku jadi inpirasinya Benarkah? Nanti aku tulis cerita yang terinpirasi dari kamu Wah, senangnya... Entar dikabari kalau ceritanya sudah jadi Bayangkan? Dia akan menuliskan cerita spesial untukku, aku menjadi inpirasinya, aku akan abadi didalam tulisannya. Aku melayang, seperti kertas putih kosong dihadapannya, akan memulai hidup baru dengannya, mempunyai anak berdua dengannya. Halah. Sebenarnya ia tidak perlu menuliskan hal berjilid-jilid tentangku, aku tidak meminta banyak, cukup diselembar kertas saja, cukup ditulis dengan tanggal dan hari pernikahan kami, itu sudah sangat membahagiakan. Aku tidak membalas lagi komentar itu, sebenarnya hati ingin sangat selalu berinteraksi terus menerus dengannya, tapi aku malu dianggap cari perhatian kepadanya, apalagi ini ruang publik. Aku takut akan mengecewakan para fansnya, aku takut dia kehilangan fansnya yang lain, aku tahu diri. Aku senang membaca semua balasan komentarnya kepadaku, emot dengan mata love itu membuatku melayang tinggi kelangit. Dan yang lebih parah, emot itu cuma ditujukan padaku, kulihat dia berbalas komentar kepada cewek yang lain tidak dengan memakai emot love itu. Emot love itu masif diberikannya kepadaku, saat aku mulai mengganti foto profil akunku dengan yang asli, fotoku yang paling cantik, dengan kerudung pink dan wajah senduku. Ya, mau bagaimana, aku memang terlaku cantik, mungkin itu yang membuatnya sangat tertarik kepadaku. Sepertinya penulis satu ini juga punya rasa kepadaku, ia juga menaruh hati padaku, inilah pertanda jodoh karena kami saling suka, tinggal sedikit lagi untuk menuju pelaminan, menuju keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. * Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD