36

1408 Words

Sampai di kelab malam, Andra langsung berjalan mendekati meja bar. Menghampiri Gino, yang menghubunginya lewat ponsel Risa. "Di mana dia?" Andra bertanya tak sabar. Gino tak langsung menjawab dan menyerahkan sebuah jaket juga tas tangan. "Ini miliknya, aku menyimpannya. Dan dia di sana, hampir tak sadarkan diri," jawab Gino seraya menunjuk ke arah sudut kelab. Andra melihat ke arah yang ditunjuk oleh Gino. Dan dia melihat Risa yang duduk di sebuah sofa merah marun, dikelilingi oleh beberapa pria. Andra mendecih kesal melihatnya. Berjalan cepat mendekati sofa itu. Dia harus segera membawa Risa pergi dari sini. "Permisi. Maaf, dia kekasihku." Andra berucap, dengan tatapan tajam pada dua pria yang duduk di samping Risa, hendak menggerayangi tubuh Risa. Sementara Risa sendiri, meracau tak j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD