EPI 7

1101 Words
HELLO SEMUA,MAAF YA,LAMBAT UPDATE,SEJAK AKHIR² INI AKU TERPAKSA MEREDAH HUJAN DAN ITU SANGAT MEMBUATKU SEDIKIT HILANG FOCUS,SEMOGA KALIAN MENDUKUNG PENULISANKU YA.AKU MASIH BARU. Setelah kurang lebih sebulan Danny dan Sheril sah menjadi suami istri,Sheril lansung lupa akan tanggal datang bulannya.Dia lansung tidak perasan bahwa sudah dua kali mens nya tidak kunjung tiba."Mas,kapan kita pindah ke Bali?Aku jadi ga sabar mau kesana mas,tapi bisa kah aku melanjutkan kuliahku setelah result final exam ku keluar?"Sheril cuba berbasa basi dengan Danny.Danny sudah mengagak akan hal ini dan lantas dia menjawab,"Iya istriku,insyaallah di akhir bulan ini kita akan lansung pindah kerna aku lagi sedang menyiapkan tempat tinggal buat kita,ga mungkin aku mau kamu tinggal di apartmentku,disana tidak ada tempat buat pelayan".Sheril terbelalak."Benarkah mas?".Difikirannya,suaminya sangat memahaminya."Iya sayangku.Udah yuk kita turun sarapan.Sewaktu mereka mahu turun,tiba-tiba Sheril berasa sangat pusing dan mual.Tetapi dia berfikir,'aahhh,mungkin juga keranaa aku terlalu excited untuk berpindah',lagipula tadi malam mereka berolahraga sehingga jam tiga pagi.Baru sampai anak kedua tangga sewaktu turun,Sheril tiba-tiba jatuh pingsan.Mujur Danny berada di depannya dan dengan terperanjatnya Danny juga hampir jatuh."Sayang,Adelia!!!Adelia!!!PAPA!!!MAMI!!!!Bantu aku!!!",Danny sebenarnya larat aja kok,cuma yang membuatkan dia tidak mampu untuk menampung Sheril kerna yang pertamanya Sheril jatuh pingsan di tangga,agak susah untuk bergerak dan mengallihkannya kerana ruang yang terbatas,keduanya,jatuh di belakang Danny dan Danny ga bisa memusingkan badannya,bisa kalian fikir kan?Gimana keadaannya sekarang?Mami dan papa Sheril dengan pantas ke tangga dan parahnya maminya lansung histeris melihat anaknya pingsan."Tolong minta supir sediakan mobil sekarang!!!",papa Sheril mengarah salah satu pelayan dan jadilah mereka sekarang semuanya di mobil kecuali maminya kerna masih pusing melihat anaknya begitu.Akan tetapi,mami nya tetap akan ke hospital cuma menggunakan khidmat Grab Car. Selepas satu jam Sheril di rawat,maka keluarlah doktor yang menguruskannya tadi."Siapa suami Puan Sheril?",tanya doktor."Saya doc,ada apa doc sama istri saya?"tanya Danny.Di Malaysia,kes seperti ini harus ada pengesahan pernikahan jika si perempuan ketahuan hamil."Boleh minta bukti pernikahan?" tanya doktor."Iya doc,iya,ini kartu pernikahan kami."Ujar Danny.Setelah seminit,doktor pun berkata."Tahniah En Daniel,isteri anda mengandung(hamil) dan dia harus banyak istirehat.Sekarang dia masih lemah dan masih tidur,jadi sila jangan ganggu dia buat masa sekarang tetapi anda semua boleh melihatnya.Cuma diminta anda jangan ganggu dia sekarang.Tekanan darahnya agak rendah".Ujar doktor berkenaan."Iya doktor,anak saya belum sempat sarapan tadi.Dia pengsan".Sahut papa Sheril dengan senyum yang sumiringgah."Baiklah,nanti sila belikan makanan yang fresh buat anak dan isteri anda,pastikan makanan yang bergizi dan kalau boleh makanan yang bukan mentah".Terang doktor lagi dan Danny lansung menguruskan admistrasi istrinya sementara papanya menghubungi mami nya Sheril untuk mengabari berita baik tersebut.Mami nya lansung bilang,"papa,sabar pa,mami lagi dalam perjalanan ni,mami guna Grab Car aja kok".Mami Sheril cuba bertenang,padahal dalam hati nya ingin melonjak kegirangan mendapat tahu anak gadisnya hamil. Adam yang mengetahui berita kehamilan Sheril dari Helia lansung membanting hape nya ke lantai."Sial!!!!Sial!!!Sial!!!!Aku akan menyingkirkan kau Daniel!!!"lalu dia pun lansung menguruskan dokumen yang berada di hadapannya.Adam untuk sementara membantu menguruskan syarikat papanya sehingga keputusan final exam keluar.Iya,Helia memang sengaja mewar-warkan berita kehamilan Sheril di group untuk melihat apakah reaksi Adam.Dan Helia tahu sangat kalau Adam saat ini sedang marah mengetahui berita kehamilan Sheril.Sementara di hospital(rumah sakit),Sheril mulai membuka perlahan-lahan matanya.Dilihat kirinya ada mami nya,kanan papa nya.Dimana suaminya?"Mami?Papa?Sheril kenapa mi?I-ini dimana?"Tanya Sheril terbata-bata."Kamu lagi di rumah sakit nak."Jawab maminya sambil tersenyum.Sheril tahu sangat,kalau mami nya tersenyum begini,kayak ada cahaya,pasti ada berita gembira."Mami kenapa?Kok senyam senyum begitu",Tanya Sheril."Ga pa-pa sayang,kamu mau makan?Tunggu bentar ya,suami mu sedang keluar membeli makanan buat kamu,tadinya kamu ga sempat untuk sarapan kerna kamu pingsan".Jawab mami."Aku?Pingsan?",Sheril cuba mengingat kembali,iya,dia baru teringat kalau dia pingsan sewaktu dia turun mahu ke ruang makan bersama suaminya.Tiba-tiba.Danny muncul."Mas?""Kamu udah sadar sayang?"Danny mendekatkan dirinya ke istri kecilnya."Iya mas,lapar",nah,mulai deh.Sheril kayaknya terkena mabuk pregancy kali,manjanya lansung keluar ketika melihat Danny.Danny menjadi malu dihadapan mertua nya.Kerna seingat dia,Sheril hanya berani menunjukkan manja padanya cuma ketika mereka berduaan."Sayang,maaf,mami ga sabar untuk menyatakan hal ini.Kamu lagi hamil sayang."Kata mami Sheril dengan diselah senyum yang begitu menampakkan lagi kecantikkannya biarpun usianya udah menjangkau 49 tahun."Uhuk,uhuk,a-apa mami???Aku hamil??Mas??Apa benar mas aku hamil?"Sheril begitu kaget sehingga tersedak."Iya sayang,kamu lagi hamil",jawab Danny dan Sheril lansung menghamburkan pelukannya pada suaminya sambil menangis."Hey,kok kamu sedih sayang?"Tanya Danny."Nggak mas,aku gembira,happy banget.Makasih mas"Sheril masih mengeratkan lagi pelukkannya pada Danny dan ini membuatkan kedua ortu nya juga meneteskan airmata gembira."Mami sudah kabarin abang Damien kamu dan dia akan pulang bareng kakak iparmu dan ponakkanmu juga sayang,mami juga udah kasih tahu mertuamu dan mereka juga akan secepatnya untuk terbang ke Malaysia,kerna ini cucu pertama mereka kan Danny?",tanya mami pada Danny."Iya mami,pastinya mereka sangat bahagia".Dan Sheril melanjutkan ritual makannya ditemani mami,papa serta suaminya. Mawar dan Helia sudah tiba diperkarangan rumah sakit tetapi tidak Adam."Kau tau Adam kenapa tak boleh ikut kita melawat Sheril,Mawar?",tanya Helia basa basi.Helia masih memerhatikan sikap Mawar kerna menurut Damien,pasti Mawar juga tahu sesuatu tentang Adam pada malam kejadian di Bali."Entah,busy kot,dah-dah,cepat,aku tak sabar nak jumpa Sheril ni.Mom to be".Mawar menjawab pertanyaan Helia dan itu tidak terlihat aneh di mata Helia.Tetapi,kalian harus tahu ya,Mawar sangat jago dalam menyembunyikan atau merahsiakan sesuatu tanpa menunjukkan ekspresi aneh.Dan itu membuatkan Helia semakin berhati-hati dalam menyelidik soal Mawar walaupun dia tidak banyak mulut(bawelewel)."Wahhhhh,mom to be",kompak Mawar dan Helia waktu masuk ke kamar inap Sheril."Hey guys,aaduhhhh,menyusahkan je korang datang,Adam mana?"Danny lansung melihat ke arah istrinya dengan tenang."Oh,dia sibuk kot,tadi kitorang dah bagitahu dalam group".Jawab Helia kerna waktu itu,Mawar sedang meletakkan buah tangan yang mereka bawa."Oh,iya,dia sekarang kerja dengan papa dia kan?"Tanya Sheril."Iya",jawab Mawar dengan bersahaja.Danny memberi ruang dan peluang buat mereka bertiga berbual kerna hal-hal sahabat Sheril,Danny tidak perlu repot-repot mencuri dengar kerna sekarang ada Helia yang akan memberi report pada Damien atau Danny.Dan tentunya tanpa pengetahuan Mawar,apatah lagi Sheril.Dalam keadaan begini,Sheril tidak boleh stress,kerana janinnya masih lagi rentan.Dan Mawar serta helia juga tidak menyatakan hal-hal yang berat untuk Sheril berfikir.Mereka cuma berbual tentang masa lalu mereka sampaikan Sheril tertidur kerana effect dari mabuk hamilnya.Dia juga berkali-kali memuntahkan apa sahaja yang masuk ke perutnya.Supaya kalian tidak keliru,hamil muda itu ada kemungkinan akan mabuk,dan ada juga yang tidak mabuk.Sewaktu mami Sheril mengandungkan Sheril,memang mami nya lansung tidak mabuk tetapi terbalik sewaktu mengandungkan abangnya.Sehinggakan terpaksa berkali-kali menginap di rumah sakit.Kerana maminya kehilangan tenaga dan tidak cukup makan."Danny,kami pulang dulu ya,lagi pun Sheril dah tertidur lena,jadi kami akan biarkan dia rest,kalau dia discharge,sila inform kami ya".Kata Helia keceplosan.Mawar lansung melihatnya dengan sedikit mengerutkan dahi.Di otaknya,tak mungkin Helia ada contact number Danny."Iya Helia,nanti aku minta mami untuk kabarin kalian",jawab Danny dengan tenang dan mencoba membetulkan kembali keadaan kerna jelas kelihatan Mawar sedang memikirkan sesuatu."Oh,iya,nanti minta mami beritahu kami ya,itu yang aku nak cakap tadi",Helia juga merutuk dirinya dalam hati,'Semoga Mawar tidak menanyakan hal yang pelik-pelik(aneh-aneh) pada aku nanti,kenapalah aku ni bodoh sangat'.Lalu mereka pun meninggalkan rumah sakit tersebut.Dan malam ini Danny akan menemani istrinya sementara mama dan papanya sedanya dalam perjalanan ke Malaysia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD