Tetaplah Bersamaku, Sayang

1662 Words

"Tandai wajah kedua wanita ini! Mereka berdua ini adalah penguntit! Jangan biarkan mereka masuk ke hotel ini lagi!" Adiva menunduk dalam, menyembunyikan wajahnya yang memerah karna malu mendengar perkataan Pak Rizky yang terlihat marah. Wanita itu segera berlari menuju taxi online yang sudah menunggu sejak tadi, di susul Jamila di belakangnya yang terus mengoceh tak terima. "Enak saja mengatakan kita penguntit! Awas saja! Aku akan membuat mereka membayar semuanya!" ujar Jamila seraya mengepalkan tinjunya saat mereka sudah berada di dalam mobil. "Sudahlah, Mil. Semua ini memang kita yang salah. Tidak seharusnya kita ikut campur urusan pribadi Mas Zakki," sahut Adiva sambil sesekali mengusap air matanya yang masih tidak mau berhenti menetes. Adiva terlihat mendengus kesal, ia benar-bena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD