Sudah hampir satu jam, Yara berdiri memeluk Ustaz Zakki di samping mobil. Wanita muda itu belum mau melepaskan suaminya untuk kembali ke pondok lebih dulu. Rangga dan Bibi Saidah, memilih kembali masuk ke dalam rumah, membiarkan Ustaz Zakki berusaha meluluhkan hati sang istri dengan caranya sendiri. "Sayang ..." panggil Ustaz Zakki dengan teramat sangat lembut. Mengalahkan lembutnya kain sutra dari Cina. "Yara nggak mau," rengek Yara sambil terisak. Kemeja yang di kenakan oleh suaminya sampai sudah basah oleh air mata dan ingusnya. Tapi ia tidak peduli. "Sayang, kamu kenapa sih? Jangan membuat Mas Zakki bingung dong ... Kamu mau apa? hem? Nanti biar Mas belikan," bujuk Ustaz Zakki kembali. "Yara nggak mau apa-apa! Yara cuma mau Mas Zakki!" sahut Yara dengan menghentak-hentakkan kedua

