POV Adiva

1418 Words

Hari ini aku pergi ke rumah Bunda Hanum, beliau memintaku datang untuk membahas seragam yang akan kami kenakan saat wisudaku nanti. Tentu saja aku sangat senang. Apalagi ini adalah rumah orang tua pria, yang diam-diam aku cintai selama ini. Ya, aku menaruh hati kepada Mas Zakki semenjak ia ikut mengajar di pondok. Sikapnya yang dingin, acuh, dan irit bicara, tidak membuatku berkecil hati, justru aku semakin jatuh hati kepadanya. Dulu, saat ia memutuskan untuk hijrah setelah bertemu denganku di bandara, mas Zakki sudah mulai irit bicara seperti sekarang, ia bertanya jika ada perlu saja, dan menjawab pertanyaan seperlunya juga, jadi aku sudah tidak heran menghadapi sikapnya. "Menginap saja di rumah Bunda ya, Nak," pinta Bunda Hanum kepadaku. Saking kesyikan ngobrol, sampai kami tidak sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD